16819 KALI DIBACA

300 Wirausaha Muda Unsoed Ditempatkan Peroleh Dana Bergulir

300 Wirausaha Muda Unsoed Ditempatkan Peroleh Dana Bergulir
example banner

Purwokerto I Realitas – Lembaga Pengeloka Dana Bergulir – Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB – KUMKM) membimbing di tahun ini, untuk 300 wirausaha muda dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) – Purwokerto – Jawa Tengah menerima dana bergulir LPDB – KUMKM untuk pengembangan kewirausahaan.

Dengan dana perkuatan permodalan ini, diharapkan untuk Unsoed untuk salah satu pioner perguruan tinggi di Indonesia dalam pengumpulan para enterpreneur muda. Demikian disampaikan Direktur Bisnis LPDB – KUMKM, Krisdianto, dalam sambutannya di Sosialisasi Terkait Pemberian Pinjaman kepada wirausaha pemula dengan Universitas Jendral Soedirman, kamis (25/7/2019).

Dengan ditemani Direktur Pengembangan Usaha LPDB – KUMKM Iman Pribadi, lebih jauh Krisdianto menuturkan, untuk memperoleh dana bergulir dari LPDB adalah hak masyarakat, karena sumber LPDB diperoleh dari pembayaran pajak masyarakat setiap tahun yang dikumpulkan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Maka dari itu, Mahasiswa Unsoed sebagai bagian dari masyarakat harus bisa mendapatkan dana untuk mengembangkan usaha dan kesejahteraannya. Selain inovasi – inovasi pendampingan inkubator bisnis Unsoed sudah banyak melahirkan wirausaha muda. “Maka dari itu progran ini sangat penting bagi mahasiswa ditengah perkembangan jaman dan persaingan lapangan pekerjaan yang sangat ketat,” terangnya.

Untuk memudahkan penyaluran dana, dana bergulir kepada para wirausaha muda di Unsoed yang terdiri dari para mahasiswa dan alumni, LPDB menjalin kerjasama dengan koperasi Unsoed dan inkubator bisnis yang ada selama ini. Bahkan, jika diterima masih kurang memadai dan terkendala ijin kelembagaan yang membutuhkannya minimal 2 tahun dalam penyediaan dana bergulir, LPDB juga telah mempersiapkannya dengan menjalin kerjasama dengan lembaga terkait (LP) yang terdiri dari BPD Jateng, BPR / BPRS, Koperasi / Koperasi Syariah dan lembaga penjamin di Purwokerto dan Banyumas.

“Dengan strategi yang demikian, maka tidak ada yang bisa mengembangkan teknis yang sama sekali dana bergulir itu yang mampu terakses oleh para enterpreneur muda Unsoed dan masyarakat yang ada di Purwokerto dan Banyumas,” ucap Krisdianto.

Selain memberikan sosialisasi tentang dana bergulir, Krisdianto juga mengungkapkan kepada para wirausaha muda, kata kunci sukses dalan berwirausaha adalah pada mentalitas selain itu adalah pelengkap saja seperti permodalan. Maka dari itu, ia menyetujui agar para wirausaha muda dalam berbisnis harus memiliki prospek bisnis yang maju dan berkembang. Karena itu, banyak yang membantah kegagalan karena memiliki visi.

Sementara Rektor Unsoed – Purwokerto, Prof Dr Suwarto, MS, meminta terimakasih kepada LPDB yang telah mendukung pengembangan kewirausahaan di kampus Unsoed dalam bentuk perkuatan permodalan dana bergulir. Ia menyakini dengan adanya kemiteraan itu akan mendorong semangat kewirausahaan di civitas akademika Unsoed.

Diakui oleh Suwarto, rasio lengkap yang diperoleh para enterpreneur, Indonesia masih kalah jauh dengan negara Asia Tenggara lainnyaya dengan jumlah 3,1%. Sementara Malaysia 5% dan Singapura 7% dari rasio inilah Indonesia sangat tertinggal jauh.

Namun Suwarto masih menyakini, dengan kemiteraan LPDB Unsoed akan memberikan kontribusi yang sangat besar dalam penilaian para wirausaha baru dengan berbagai strategi, baik dalam pengembangan inovasi, jaringan dan penelitian.(Harnas/RED)

 

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS