44619 KALI DIBACA

‎Kota Langsa Kembali Gelar Festival Rentak Melayu 

‎Kota Langsa Kembali Gelar Festival Rentak Melayu 
example banner

Langsa I Realitas – Setelah sukses menggelar Festival Rentak Melayu pada tahun 2018, kini Kota Langsa kembali dipercaya untuk menggelar festival budaya ke 2 tahun 2019 tersebut.

Kadis Porapar Kota Langsa, Drs. Syafrizal kepada Realitas.com Kamis (10/7), menjelaskan, Festival Rentak Melayu ini terlaksana atas kerjasama antara Pemerintah Aceh dengan Pemerintah Kota Langsa dan rencananya festival budaya itu akan dibuka langsung oleh Walikota Langsa, Usman Abdullah, SE.

“Festival Rentak Melayu, akan dibuka pada, Sabtu (13/7) malam di Lapangan Merdeka Langsa. Namun, untuk beberapa kegiatannya telah dimulai sejak 12 hingga 14 Juli 2019,” sebutnya.

Sementara itu, untuk peserta berasal dari Aceh dan Sumatera Utara.

Dirinya merincikan, bahwa dalam Festival Rentak Melayu itu nantinya ada beberapa kegiatan yakni Lenggang Melayu yang akan menampilkan penari dari Banda Aceh, Aceh Utara, Aceh Tamiang, Langsa, Medan serta beberapa perguruan tinggi dari Aceh dan Sumatera Utara. Kemudian, Pameran Lukisan, Pameran Pariwisata dan UMKM, Lomba Mewarnai, Langsa Fashion Fantastic Festival, Festival Dendang Melayu, Karnaval Budaya dan beberapa kegiatan lainnya.

“Festival Rentak Melayu tahun ini sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya, dimana jika sebelumnya hanya menampilkan tarian dan seminar kebudayaan untuk tahun ini juga mengadakan beberapa perlombaan,” ungkapnya.

Walikota Langsa, Usman Abdullah, SE, mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Aceh yang telah mempercayakan kembali Kota Langsa untuk melaksanakan Festival Rentak Melayu. Karenanya, kepercayaan ini tidak akan kami sia-siakan dan kita akan berbuat semaksimal mungkin agar festival budaya itu semakin meriah dari tahun sebelumnya.

Dikatakannya, pelaksanaan Festival Rentak Melayu Raya tidak hanya sebagai sebuah pertunjukkan kesenian semata, namun harus memahami lebih dalam seluk beluknya. “Saya berharap acara ini bukan hanya sebagai acara pertunjukan kesenian tapi menjadi sarana silaturahmi antar rumpun bangsa Melayu sekaligus mengedukasi masyarakat bahwa bangsa Melayu ini adalah  bangsa yang besar dan kaya ragam yang kalau dikelola dengan baik akan turut mewarnai perkembangan peradaban dunia ,” kata Usman Abdullah.

Orang nomor satu di Kota Langsa itu menjelaskan, terkadang orang sering berpikir bangsa melayu itu kalau di Aceh adalah orang Tamiang, atau kalau Sumatera Utara orang Melayu Deli atau Langkat. Padahal yang disebut Melayu itu adalah rumpun Austronesia, walaupun dia orang Mandiling, Padang, Batak, Jawa, Sunda dan lain-lainnya ini adalah rumpun Melayu atau Autronesia.

“Jadi kita berharap dengan adanya festival ini, maka akan menyadarkan kita kembali dari mana kita berasal, siapa kita sebenarnya, walaupun kemajuan teknologi telah menghiasi hidup kita tapi kita jangan lupa bahwa identitas diri kita bangsa Melayu,” jelasnya.

Lebih lanjut Usman Abdullah mengatakan, semoga acara Festival Rentak Melayu ini dapat membangkitkan kembali masyarakat untuk menjaga dan melestarikan budaya luhur yang pernah diwariskan nenek moyang.

“Acara Festival Rentak Melayu Raya ini tidak bermaksud untuk bersenang-senang dan berhura-hura,” tutupnya.(H a Muthallib)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS