116819 KALI DIBACA

Tidak Ada Masalah, Syukri Napi Asal Aceh Timur Dipindah Ke Nusakambangan

Tidak Ada Masalah, Syukri Napi Asal Aceh Timur Dipindah Ke Nusakambangan
example banner

Medan I Realitas –  Tidak ada  masalah Syukri Bin Ismail salah satu napi Lapas Klas I Medan asal Aceh Timur yang dikabarkan menghilang dari Lapas oleh istrinya Siti Nurbaya dikarenakan tidak berhasil ditemuinya.

Pihak Lapas melalui Kepala Pengamanan Lapas Jaya Saragih kepada wartawan menyebutkan, napi Syukri Bin Ismail oleh Kantor Wilayah Kemenkumham Sumatera Utara telah memindahkannya ke Lapas Nusakambangan, Kamis (30/5/2019) dini hari.

Sedikitnya ada 12 narapidana yang berasal dari Lapas Klas I Medan yang dipindahkan ke Nusakambangan, salahsatunya adalah Syukri Bin Ismail dan T. Nanja oleh Kantor Wilayah ,”ujarnya.

Jaya mengaku dirinya baru mengetahui adanya pemindahan napi ke Nusakambangan pada pukul 23:00 WIB malam setelah diberitahukan oleh Plh. Kalapas Juhari Sitepu yang juga merangkap Kadivpas Kemenkumham Sumatera Utara.

Menurut Jaya, Syukri selama ini adalah salahsatu napi yang tidak bermasalah dan kerap membantu petugas menjaga Kamtib di lapas Klas I Medan.

“Saya sendiri terkejut Syukri ikut dipindahkan, padahal orang baik, dia disini tokoh bagi warga binaan napi asal Aceh, kerap bantu petugas mengamankan lapas dan selama saya tugas disini kayaknya tidak ada masalah apapun,“ tutur Jaya kepada redaksi media melalui sambungan telepon selulernya.

“Sementara itu Kalapas Klas I Medan yang baru Nico yang dihubungi melalui sambungan telepon selulernya menyampaikan, belum mengetahui perihal adanya pemindahan napi ke Lapas Nusakambangan karena dirinya belum bertugas saat itu,” ujarnya.

“Saya belum cek karena waktu pindahan saya belum ada disini,“ ungkap Nico singkat yang juga pernah menjabat Kadivpas Papua Barat, Sabtu (1/6/2019)

Ditempat terpisah Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Dra Sri Puguh Budi Utami Bc.IP yang dikonfirmasi mengenai pemindahan napi tersebut membenarkannya.

Sri mengatakan, jika pemindahan para napi tersebut bukanlah berasal dari Ditjenpas namun usulan tersebut berasal dari Kadivpas atau Plh Kalapas Klas I Medan.

“Yang lebih tahu soal ini Kadivpas dan Kalapas karena usulan dari mereka, mohon tanyakan pada mereka,” tulis Sri melalui pesan WhatAps yang dikirimkan ke redaksi media ini, Jum’at (31/5/2019).

Sebelumnya media ini memberitakan Sabtu (01/06/2019), Breakingnews: Napi Asal Aceh Timur Menghilang Di Lapas Tanjunggusta.

Setelah beberapa waktu lalu seorang narapidana dikabarkan menghilang dari Lapas banda Aceh yang pada akhirnya diketahui napi tersebut diketahui telah dipindahkan ke Lapas Nusakambangan.

Hal serupa kembali dialami oleh Siti Nurbaya (30) warga Aceh Timur mengaku suaminya yang selama ini menjalani masa pidananya di Lembaga pemasyarakatan (Lapas) Klas 1 Medan Raib dari Lapas tersebut.

Hal ini dituturkan oleh siti kepada media ini, Kamis (30/5/2019) menceritakan ikhwal raibnya suaminya Syukri bin Ismail (42) terpidana 20 tahun dalam kasus narkotika di Lapas Klas I Medan yang lebih dikenal Lapas Tanjunggusta Medan.

Seperti biasanya siti mengaku senantiasa membezuk suaminya setiap bulannya ke lapas tanjunggusta dengan membawakan sedikit makanan yang dimasaknya sendiri untuk berbuka suaminya.

Pagi itu siti dari dirinya berangkat dari aceh Timur dengan menaiki bus menuju ke Medan yang memakan waktu 5 jam perjalanan.

Namun alangkah terkejutnmya sesampai di Lapas dirinya tidak menemukan suaminya berada disana,bahkan petugas yang dirinya temui bungkam saat ditanyakan kemana suaminya.

“Sampai di Lapas saya minta bertemu bang syukri, para petugas itu bilang bang syukri sudah tidak disini lagi, saya tanya kemana, mereka bilang kami gak tahu kalapas yang tahu kemana bang syukri, tapi wajah dan mata petugas disana saya lihat seperti sedih gak sangup mengatakannya “,ujar siti diirngi tangis kepada wartawan.

Kemudian siti meminta untuk bertemu Kalapasnya para petugas mengatakan untuk menunggu karena kalapas sedang keluar, lama menunggu sang kalapas tidak juga muncul akhirnya siti memutuskan untuk pulang bersama makanan yang dibawanya dengan perasaan sedih.

“Lama saya tunggu kalapas tapi tidak kembali ke lapas jadi karena hari sudah sore saya lansung pulang ke Aceh,makanan yang saya bawa tadi saya makan sendiri dalam bus saat buka puasa,“ cerita siti.

Menurut siti suaminya memang benar kasus narkoba namun pada dasarnya suaminya sebelum masuk penjara adalah seorang yang bekerja dibidang kontruksi namun naas bagi suaminya kala itu seorang dijebak oleh teman baiknya mengajak dirinya ikut kemedan untuk melunasi hutang piutang kepada suaminya.

Siti mengatakan jika selama menjalani masa pidana di Lapas Tanjungusta suaminya tidak pernah bermasalah apapun bahkan semua petugas serta pejabat lapas disana mengenal suaminya kerap membantu pekerjaan petugas dan ringan tangan.

“Setahu saya bang Syukri kalau di lapas semua kenal mulai petugas sampai kalapas, dia suka ikut kegiatan pembinaan, ringan tangan bahkan kalau bang syukri tidak ada uang berani hutang sama petugas nanti kalau saya besuk saya bayar, bang Syukri memang bukan orang narkoba cuma nasibnya naas dijebak teman dekatnya sendiri,” tutur siti saat ditanya redaksi kisah suaminya sampai masuk penjara.

Sampai berita ini diturunkan, media ini belum mendapatkan keterangan resmi baik dari Kalapas Tanjunggusta Medan, maupun dari Kemenkumham Medan dan pejabat terkait di Kemenkumham Jakarta.(Red)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS