36419 KALI DIBACA

Alasan Pemindahan Sejumlah Napi Dipertanyakan

Alasan Pemindahan Sejumlah Napi Dipertanyakan
example banner

Medan I Realitas – Alasan pemindahan sejumlah napi dari Lapas Klas I Medan ke Lapas Nusakambangan dan Lapas lainnya patut dipertanyakan karena dinilai banyak kejanggalan dan terindikasi sarat kepentingan pihak tertentu.

Pertanyaan tersebut dilontarkan Pengamat Pemasyarakatan Ismail Abda yang tergabung dalam Forum Pengamat Pemasyarakatan (FORMATPAS) melalui Press Realesenya yang diterima redaksi,Sabtu (23/6/2019).

Menurutnya, kejanggalan terlihat dari pemindahan seorang napi bernama Amrih Prayoga terpidana Hukuman Seumur Hidup dalam kasus narkoba ke Lapas Tebing Tinggi pada 29 Mei 2019 secara mendadak.

Pemindahan napi ini satu hari sebelum pemindahan sejumlah napi lainnya ke Nusakambangan, alasannya pemindahan napi Amrih Prayoga untuk menghindari gangguan keamanan dan ketertiban (Kamtib) Lapas Klas I Medan.

Menurut Ismail, pemindahan Amrih Prayoga ke Tebing Tinggi diduga sebagai upaya penyelamatan terhadap yang bersangkutan untuk tidak ikut dipindahkan ke nusakambangan pada 26 Juni 2019 oleh pihak Lapas Klas I Medan dan Kadivpas Sumut.

“ ini patut kita pertanyakan, soalnya Sehari sebelum pemindahan napi ke nusakambangan, napi bernama prayoga hukuman seumur hidup mendadak dipindahkan ke lapas tebing tinggi dengan alasan keamanan, saya kira ini bukanlah alasan yang logis, kita menduga sebagai bentuk penyelamatan karena adanya kepentingan “,ungkap ismail

Disisi lain Ismail Abda sangat mengapresiasikan langkah serta tindakan yang dilakukan oleh Kadivpas Sumut untuk mensterilkan lapas- lapas di Sumut dari para napi-napi bandar narkoba yang masih menjalankan bisnisnya dari balik jeruji besi ke Lapas Nusakambangan.

Namun dirinya sangat menyayangkan jika dalam pemindahan napi ke nusakambangan masih terdapat napi-napi yang tidak masuk dalam katagori high risk ikut dipindahkan kesana, sedangkan yang termasuk napi high risk malah diselamatkan.

“ Saya sangat mendukung serta memberi apresiasi atas tindakan kadivpas sumut yang memindahkan para napi bos-bos narkoba ke Nusakambangan, namun sangat kita sayangkan ada napi yang berkelakuan baik seperti Syukri Ismail ikut dipindahkan juga, padahal Syukri sangat berjasa dalam mengamankan situasi Lapas, dan diakui sejumlah pejabat PAS yang mengenalnya “. Kata Ismail abda yang berprofesi jurnalis dan kerap mengamati setiap kasus serta permasalahan yang terjadi di lapas/rutan diseluruh Indonesia.

Sementara itu Kalapas Klas I Medan melalui Kepala Pengamanan Lapas (Ka.KPLP) Jaya Saragih yang dihubungi redaksi,membenarkan adanya napi hukuman seumur hidup bernama prayoga dipindahkan ke Tebing Tinggi sehari sebelum pemindahan sejumlah napi ke Nusakambangan.

Menurut Jaya, pemindahan tersebut dirinya yang mengusulkan kepada Plh. Kalapas Klas I Medan Jauhari Sitepu dengan pertimbangan alasan keamanan, dimana napi Amrih prayoga mengetahui akan adanya pemindahan napi-napi narkoba hukuman tinggi ke Nusakambangan.

“ Jika ada yang menduga Amrih Prayoga sengaja diselamatkan, saya pastikan tidak benar, WBP tersebut kita pindahkan karena mengetahui adanya pengiriman ke Nusakambangan, sebagai langkah pengamanan dan agar info tidak bocor WBP harus dipindahkan untuk antisipasi gangguan kamtib “,jelas Jaya melalui sambungan telepon selulernya. (Nrl)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS