50219 KALI DIBACA

YARA Perwakilan Lhokseumawe Dampingi Proses Hukum Emak-Emak Korban Pengeroyokan Di Aceh Utara

YARA Perwakilan Lhokseumawe Dampingi Proses Hukum Emak-Emak Korban Pengeroyokan Di Aceh Utara
example banner

Lhokseumawe | Realitas – Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Kota Lhokseumawe mendampingi proses hukum enam orang emak-emak yang menjadi korban pengeroyokan di Gampong Matang Panyang Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara. 

YARA memberikan pendampingan hukum kepada korban pengeroyokan yang terjadi lantaran dipicu persoalan sengketa tanah.

“Benar, kasus pengeroyokan sudah kita laporkan ke Polres Aceh Utara, Kamis (2/5/2019) kemarin, dari enam korban hanya diwakili tiga korban yang membuat laporan polisi” tutur Kepala Perwakilan YARA Lhokseumawe, Rizal Sahputra, Minggu (5/5/2019).

Ke tiga korban yang membuat laporan polisi adalah Mursyidah (39 tahun), Suryana (30) dan Mahyuni (28).

Ketiganya warga Matang Panyang.

Sementara pelaku yang dilaporkan adalah keluarga tetangga korban.

Menurut keterangan Rizal, peristiwa pengeroyokan terjadi pada Minggu, 28 April 2019.

Saat itu, para korban dan pelaku yang masih bertetangga ini dilaporkan cek-cok mulut gegara tapal batas tanah rumah pemukimam.

Cekcok mulut kemudian berakhir dengan pengeroyokan.

Pengeroyokan sempat direkam oleh salah seorang keluarga korban.

Dalam video berdurasi 4 menit yang juga dibagi kepada media ini, terlihat dua kubu dimaksud sedang adu mulut karena salah satu pihak berupaya untuk memindahkan patok batas tanah yang sebelumnya diklaim oleh kubu lainnya.

 

Dalam video itu terlihat beberapa orang pria dewasa yang diduga kuat pelaku, memegang benda seperti kayu dan besi.

Selain memukul, salah seorang pria dalam video itu juga sempat melayangkan tendangan ke arah korban.

Dari beberapa foto yang diperoleh juga terlihat, beberapa anggota tubuh korban mengalami luka memar akibat pengeroyokan.

Di kaki dan tangan korban terlihat luka lebam dan membiru.

Merasa tidak terima atas perlakuan pemukulan ini, korban lalu melaporkan pengeroyokan ke aparat kepolisian.

“Korban melaporkan peristiwa ini untuk mendapat keadilan setelah diperlakukan tidak manusiawi oleh beberapa pelaku, bahkan salah seorang korban memgalami trauma dengan kejadian ini, ia terus menangis saat menceritakan ihwal terjadinya pengeroyokan kepada kami” tutur Rizal.

Ia juga menyayangkan tindakan pelaku yang tidak mengindahkan proses hukum terkait sengketa tanah tersebut.

Padahal, sengketa tanah ini sudah didaftarkan di Pengadilan Negeri Lhoksukon Aceh Utara dengan No.Reg Perkara 4/Pdt.G/2019/PN LSk tanggal 20 Maret 2019.

“Padahal persoalan batas tanah ini sedang diselesaikan di PN Aceh Utara yang saat ini sedang memasuki proses mediasi, namun pengeroyokan terjadi, dan kami minta pihak kepolisian benar-benar profesional menyelesaikan kasus ini” demikian Rizal.(Rizal)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS