24619 KALI DIBACA

Uni Eropa Tolak Ultimatum Iran Terkait Kesepakatan Nuklir

Uni Eropa Tolak Ultimatum Iran Terkait Kesepakatan Nuklir
example banner

Uni Eropa menolak ultimatum Iran yang mengancam akan meneruskan kembali program nuklirnya jika pihak-pihak penandatangan kesepakatan nuklir 2015 lalu tak membela Teheran dari dera sanksi Amerika Serikat.

Sebagai salah satu penandatangan perjanjian tersebut, Uni Eropa menegaskan komitmennya untuk mempertahankan perjanjian yang dikenal dengan Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) itu.

“Kami menolak ultimatum dan kami akan menilai kepatuhan Iran berdasarkan kinerja Iran terkait komitmennya terhadap kesepakatan (JCPOA),” bunyi pernyataan bersama Menteri Luar Negeri Uni Eropa Federica Mogherini bersama Menlu Inggris, Perancis, dan Jerman, Kamis (9/5), seperti dilansir AFP.

Pernyataan itu diutarakan menyusul sikap Iran yang mengancam melanjutkan pengayaan uranium jika negara penandatangan JCPOA tak membela Teheran dari sanksi Amerika Serikat.

Melalui pidato di stasiun televisi nasional, Presiden Iran Hassan Rouhani melontarkan langsung ancaman tersebut kepada negara-negara yang menandatangani kesepakatan nuklir JCPOA, yakni Inggris, Prancis, Jerman, China, Rusia, dan Uni Eropa.

Rouhani memberikan waktu 60 hari bagi pihak-pihak itu untuk berjanji melindungi sektor minyak dan perbankan Iran di tengah sanksi AS.

Selain Uni Eropa, sejumlah negara seperti Perancis, Inggris, dan Jerman juga telah lebih dulu bersuara menanggapi sikap Iran ini.

Perdana Menteri Inggris Theresa May mengaku prihatin atas sikap Rouhani tersebut dan mendesak Iran untuk tetap menaati komitmen dalam JCPOA.

May menyatakan kesepakatan ini sangat penting untuk membuat dunia tetap aman. Ia menyatakan Inggris akan mendukung penuh asal Iran tetap mematuhi, tetapi tidak menyinggung soal sikap Amerika Serikat yang turut memantik kemelut ini.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Jerman, Heiko Maas, menyatakan mereka juga ingin Iran tidak mundur dari kesepakatan nuklir. Dia sempat menyinggung dugaan keterlibatan Iran dalam konflik di Timur Tengah juga menyulitkan banyak pihak.

“Menurut kami, peran Iran dalam konflik Suriah dan Yaman serta program peluru kendali juga menjadi masalah,” kata Maas.

Senada dengan Inggris, Maas mengimbau supaya Iran tetap menaati perjanjian nuklir itu.

Di sisi lain, Rusia menyalahkan AS atas sikap Iran tersebut. Kremlin menganggap Teheran memutuskan menarik kembali sejumlah komitmennya terhadap perjanjian nuklir 2015 lantaran tekanan eksternal dari Washington.

“Presiden (Putin) telah berulang kali mengatakan konsekuensi dari langkah yang tidak dipikirkan dengan matang mengenai Iran yakni keputusan yang diambil oleh Washington untuk keluar dari perjanjian nuklir. Sekarang kita lihat konsekuensi tersebut mulai terjadi,” ucap juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov. (afp)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS