25619 KALI DIBACA

Polda Jawa Timur Kembali Tangkap Empat Orang Yang Terlibat Kasus Pembakaran Polsek Tambelangan

Polda Jawa Timur Kembali Tangkap Empat Orang Yang Terlibat Kasus Pembakaran Polsek Tambelangan
Polda Jatim saat membeber tersangka pengrusakan dan pembakaran Markas Polsek Tambelangan, Sampang, Madura, Jumat (31/5/2019). Sejumlah DPO dari oknum Habib dan Kiai juga ikut dibeber.
example banner

Surabaya | Realitas – Polda Jawa Timur kembali menangkap empat orang yang terlibat kasus pembakaran Polsek Tambelangan, Kabupaten Sampang, Madura.

Satu di antaranya ditetapkan tersangka.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan menerangkan, penangkapan empat orang tersebut merupakan tahap kedua pengungkapan insiden pembakaran tersebut.

“Tahap kedua kami mengamankan empat orang. Satu orang kami naikkan statusnya sebagai tersangka dan tiga lainnya sebagai saksi,” kata Irjen Pol Luki Hermawan di Polda Jatim, Jumat (31/5/2019).

Empat orang tersebut berinisial M, A, N dan AM, warga sekitar Tambelangan.

Satu tersangka bernama Abdul Muhtadir alias Tadir, disebut berperan sebagai penggerak massa.

Sebelumnya, polisi menangkap enam pelaku pembakaran Polsek Tambelangan.

“Penangkapan pertama enam orang, lima di antaranya kami tetapkan tersangka. Satu orang saksi,” kata Luki Hermawan.

Menurut Luki, para pelaku sempat menyebar dan bersembunyi di pesantren di Sampang.

Saat ini terdapat lima tersangka yang telah ditahan dan dijerat pasal 170 KUHP tentang pengrusakan.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan menyebut ada beberapa oknum habib dari sebanyak 21 buron pembakaran Polsek Tambelangan.

Sebanyak 21 nama dalam daftar pencarian orang (DPO) tersebut didapat dari keterangan para tersangka.

Lima orang di antaranya diketahui sebagai oknum habib.

“Dari tersangka-tersangka yang sudah kami BAP oleh tim, menyebutkan nama-nama 21 orang.

Hari ini kami buat DPO,” kata Irjen Pol Luki Hermawan, Jumat (31/5/2019).

Luki memaparkan sebanyak 21 orang tersebut diduga terlibat langsung merakit bom molotov, menggerakkan massa maupun ikut pelemparan dan pengerusakan Polsek Tambelangan.

“Dari 21 orang ini saya sebut beberapa oknum habib.

Nama panggilannya semua berdasarkan keterangan tersangka,” kata Luki.

Di antaranya berinisial AA, MS dan MA yang diketahui warga sekitar Tambelangan.

“Sampai kapan pun kami akan cari orang-orang ini. Ada beberapa oknum habib yang terlibat langsung,” ujar Luki.

Polda Jawa Timur bekerja sama dengan para kiai dan ulama mengungkap keberadaan para pelaku pengrusakan dan pembakaran Polsek Tambelangan.

Pelaku pengrusakan dan pembakaran Polsek Tambelangan disebut sempat bersembunyi di pesantren-pesantren di Sampang.

Meski demikian, polisi mengatakan tidak mensweeping pesantren-pesantren di Sampang.

“Tidak ada (sweeping), yang jelas kami tetap mengedepankan konsultasi dengan para ulama para kiai yang mensuport kami.

Dari beberapa tersangka berhasil kami tangkap,” kata Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan, Jumat (31/5/2019).

Luki mengatakan mendapatkan masukan dari para ulama dan kiai terkait 21 orang di daftar pencarian orang (DPO).

“Kami berharap 21 DPO ini kami sebarkan, kami berharap melalui bantuan keluarga, tokoh agama, para habaib, bisa menyerahkan kepada kami sehingga akan kami proses,” kata Luki.

“Terima kasih sekali lagi kepada dukungan para ulama habaib para kiai, yang sudah membantu kami,” tambahnya.

Sebanyak 21 orang di dalam daftar pencarian disebut Luki diduga terlibat secara langsung penggerakan massa, pembuatan bom molotov, pengrusakan, pembakaran Polsek Tambelangan. (tribunnews/iqbal)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS