13419 KALI DIBACA

Polda Banten Kirim 100 Personel Ke Jakarta, Jelang Penetapan KPU

Polda Banten Kirim 100 Personel Ke Jakarta, Jelang Penetapan KPU
example banner

Serang | Realitas – Sebanyak 30.000 personel TNI-Polri diturunkan untuk mengamankan objek-objek vital nasional di DKI Jakarta, saat penetapan hasil Pemilu 2019 oleh KPU RI.

Dari puluhan ribu personel itu, di antaranya adalah 100 personel Brigade Mobil dari Polda Banten.

Kepala Kepolisian Daerah Banten Irjen Pol.

Tomsi Tohir mengatakan, untuk membantu pengamanan di Jakarta, Polda Banten mengirimkan 100 personel.

Kapolda juga menyatakan pihaknya tidak menggelar penyekatan mobilisasi massa di wilayahnya, jelang penetapan hasil pemilu oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI.

“Tidak ada (penyekatan), kami tetap menjalankan kegiatan sesuai dengan koridor hukum yang berlaku,” ujar Irjen Pol Tomsi Tohir kepada wartawan.

Meski demikian, Kapolda pun mengimbau masyarakat tidak terpengaruh ajakan pengerahan people power pada saat penetapan hasil Pemilu pada 22 Mei 2019, dan tetap beraktivitas serta beribadah seperti biasa.

Kapolda berharap, masyarakat Banten arif dan bijaksana melihat perkembangan situasi politik dan memahami permasalahan hukum terkait hasil Pemilu 2019.

Masyarakat juga diminta mempercayai KPU RI.

“Apabila ada hal-hal yang masih kurang berkenan dapat tentunya melalui jalur-jalur hukum yang benar dan baik,” kata Irjen Pol Tomsi Tohir.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Banten AKBP Edy Sumardi mengatakan, mantan narapidana teroris di Provinsi Banten dipantau menjelang penetapan hasil pemilu serta kegiatan-kegiatan penting seperti lebaran, sebagai salah satu upaya deradikalisasi.

“Kami tetap melakukan pemantauan karena bisa saja orang keluar lalu bergabung dengan kelompok minoritas menjadi kekuatan sendiri, apalagi dengan adanya pengaruh globalisasi, banyak ajakan dan ujaran mengarah amaliah,” ujar AKBP Edy.

Dari perkiraan sebanyak puluhan mantan narapidana teroris di Banten, kata AKBP Edy, berdasarkan pemantauan tidak terdeteksi potensi kegiatan yang mencurigakan.

Selain mantan narapidana teroris, AKBP Edy mengatakan, secara umum Polda Banten melakukan pemantauan kepada pemudik, orang tidak mudik, orang berpotensi mengganggu kamtibmas serta masyarakat memiliki potensi mendapat gangguan.

AKBP Edy mengatakan, dalam mengantisipasi berkembangnya media sosial yang banyak dijangkau anak-anak muda usia masih labil dan dalam pencarian jati diri, kepolisian juga melakukan kegiatan-kegiatan kontra radikalisme di pesantren serta sekolah di Banten. (H A Muthalllib)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS