24219 KALI DIBACA

Korut Dilaporkan Kembali Uji Coba Proyektil

Korut Dilaporkan Kembali Uji Coba Proyektil
example banner

Militer Korea Selatan melaporkan bahwa Korea Utara kembali menguji coba proyektil yang belum diketahui jenisnya pada Kamis (9/5).

Kantor Kepala Staf Gabungan Militer Korsel menyatakan proyektil itu ditembakkan sekitar pukul 4.30 dini hari waktu lokal di barat laut Sino-ri.

Meski begitu, dilansir Reuters, Seoul tak menjelaskan lebih detail terkait peluncuran proyektil tersebut.

Menurut lembaga think tank berbasis di Washington, Centre for Strategic International Studies (CSIS), uji coba tersebut diyakini dilakukan di situs rudal jarak menengah Rodong yang terletak di pantai barat Korut.

Jika benar, uji coba hari ini merupakan yang kedua setelah pada pekan lalu Pyongyang juga meluncurkan sejumlah roket dan rudalnya di Laut Timur atau Laut Jepang.

Uji coba yang dianggap Pyongyang bagian dari latihan militer biasa itu diawasi langsung Pemimpin Tertinggi Kim Jong-un.

Uji coba pekan lalu merupakan yang pertama sejak pertemuan perdana antara Kim Jong-un dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, tahun lalu. Korut tercatat terakhir kali melakukan uji coba rudalnya pada November 2017.

Melalui pernyataan yang diterima CNNIndonesia.com, Kementerian Luar Negeri Korut menyatakan latihan di Laut Timur atau Laut Jepang pada 4 Mei itu dilakukan guna “memeriksa kapabilitas peluncur roket kaliber besar jarak jauh dan sejumlah senjata taktis lainnya.”

Selain itu, Pyongyang menjelaskan latihan tersebut juga dilakukan demi mengasah keakuratan unit-unit pertahanan negara.

“Latihan ini sekali lagi menegaskan kemampuan reaksi cepat dari unit-unit pertahanan di garis depan sehingga siap jika dibutuhkan untuk bertempur di bawah perintah apa pun dan kapan saja. Namun, beberapa pihak membuat komentar pedas terhadap latihan militer dan defensif ini” bunyi pernyataan Kemlu Korut tersebut.

Dalam pernyataan itu, Korut turut menyinggung latihan militer yang selama ini dilakukan oleh AS dan Korea Selatan.

Pyongyang menyebut selama ini negara-negara lain bungkam ketika AS dan Korea Selatan menggelar latihan perang bersama yang menurutnya jelas-jelas dilakukan guna menargetkan Korut.

“Latihan militer yang kami lakukan tidak lebih dari latihan militer biasa dan tidak menargetkan siapa pun atau memperburuk situasi di kawasan,” tulis Kemlu Korut.

“Sementara itu, pada bulan Maret dan April lalu saja, AS-Korsel melakukan latihan gabungan militer ‘Dong Maeng’ 19-1 dan rencana latihan perang yang menargetkan kami dan itu terus dilakukan bahkan sampai saat ini. Namun, untuk alasan yang tidak diketahui, hanya ada keheningan terkait latihan perang yang provokatif ini.” (cnn)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS