23419 KALI DIBACA

Dirjenpas Minta Napi Lapas Langkat Tenang, Janji Dengar Keluhan

Dirjenpas Minta Napi Lapas Langkat Tenang, Janji Dengar Keluhan
example banner

Langkat | Realitas – Direktur Jenderal Permasyarakatan (Dirjenpas), Sri Puguh Budi Utami, akan meninjau langsung Lapas Narkotika Kelas III Langkat, Sumatera Utara, pascakerusuhan yang terjadi kemarin siang. Sri telah berkomunikasi via panggilan video (video call) dengan para penghuni lapas sesaat setelah kejadian.

“Kalian tenang, saya akan datang ke sana besok. Saya akan mendengarkan keluhan kalian. Saya minta kalian tenang, tertib dan kembali ke blok masing-masing,” kata Utami kepada warga binaan, lewat panggilan video, dikutip detikcom dari siaran pers Direktorat Jenderal Permasyarakatan (Ditjenpas), Jumat (17/5/2019).

Baca juga: Sempat Rusuh, Warga Binaan Tuntut Kalapas Narkotika Langkat Diganti

Warga binaan, disebut dalam rilis, secara sukarela kembali ke sel masing-masing setelah ditenangkan dan keluhannya didengarkan. Saat panggilan video berlangsung, jajaran Kanwil Sumatera Utara yaitu oleh Kepala Divisi Administrasi, Kepala Divisi Imigrasi, TNI, Kepolisian dan petugas PAS turut mendengar perbincangan Sri dengan para napi narkotika.

Kasubbag Humas Ditjenpas Ade Kusmanto membenarkan Sri akan bertolak ke tempat kejadian perkara guna berdialog langsung dengan napi dan membenahi pelayanan lapas hari ini.

“Ya (Sri akan ke Langkat), saya turut mendampingi,” ujar Ade.

Pada Kamis (16/5) siang kemarin, terjadi kerusuhan yang berasal dari para penghuni Lapas Narkotika Kelas III Langkat. Mereka tak terima ketika petugas lapas menindak napi berinisial FK alias AJO yang membawa sabu.

Perlawanan napi ini berujung pembakaran dan perusakan fasilitas lapas. Napi lalu beramai-ramai melarikan diri.

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 13.00 WIB, saat jam buka pintu sel. Saat ini 490 aparat TNI-Polri berada di lokasi untuk melakukan pengamanan, sementara Polda Sumut telah membentuk tim pemburu napi yang kabur dan 98 napi yang kabur berhasil ditangkap.

Terlepas dari napi yang kabur, napi yang masih berada di dalam lapas memanfaatkan kejadian ini sebagai momentum mereka menyampaikan aspirasi. Mereka menuntut pergantian kalapas.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, menuturkan beberapa hal lainnya yang dikeluhkan dan menurut para napi terjadi di dalam lapas, yaitu adanya jual-beli makanan dan pulsa di dalam lapas, ketidakjelasan alasan dan pemungutan biaya pindah ruang tahanan, ketidakjelasan urusan pembebasan bersyarat dan remisi, serta keikutsertaan istri Kalapas dalam urusan lapas.(dc/red)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS