17619 KALI DIBACA

AS Hendak Pasang Rudal Patriot di Timteng untuk Tekan Iran

AS Hendak Pasang Rudal Patriot di Timteng untuk Tekan Iran
example banner

Amerika Serikat menyatakan berencana memindahkan alat utama sistem persenjataan berupa peluru kendali mereka ke Timur Tengah. Hal ini disebut sebagai bagian untuk menggentarkan Iran yang mereka klaim hendak menyerang pasukan AS beserta sekutunya.

Dilansir Associated Press, Kamis (9/5), sumber pejabat AS mereka berniat mengirim pesawat pembom jarak jauh B-52 ke Timur Tengah. Di samping itu, mereka juga mempertimbangkan menempatkan perangkat rudal darat ke udara, MIM-104 atau dijuluki Patriot, ke kawasan itu.

Meski begitu, belum diketahui kapan rencana itu akan dijalankan. Sebab, AS sudah menarik sistem rudal Patriot di Bahrain, Kuwait, dan Yordania sejak akhir 2018.

Menurut informasi yang didapat AS, militer Iran tengah melengkapi sejumlah kapal angkatan laut mereka dengan rudal dan ditempatkan di lepas pantai. Tindakan itu dianggap AS sebagai persiapan Iran untuk menyerang.

Pemerintah Iran menganggap langkah Amerika Serikat keliru dengan memutuskan mengirim armada kapal induk dan pesawat pembom ke Timur Tengah. Mereka menyatakan alasan yang digunakan dengan menyatakan Iran seolah-olah mengancam keberadaan pasukan AS dan sekutunya di kawasan itu tidak tepat.

Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat, John Bolton, mengklaim hal itu dilakukan untuk menekan Iran supaya tidak macam-macam dengan pasukan dan sekutu AS di Timur Tengah, jika tidak ingin diserbu.

Iran sudah mengawasi keberadaan armada tempur dengan kapal induk USS Abraham Lincoln di Laut Mediterania sejak 21 hari lalu. Hal ini semakin memperuncing perseteruan di antara kedua negara.

Presiden AS, Donald Trump, tahun lalu memutuskan membatalkan sepihak kesepakatan nuklir dengan Iran. Dia berdalih Iran tetap mengembangkan program persenjataan peluru kendali mereka.

Trump juga memasukkan Korps Garda Revolusi Iran ke dalam daftar kelompok teroris. Beberapa waktu lalu Trump juga menerapkan sanksi kepada negara-negara yang masih membeli minyak dari Iran.

Iran menyatakan tidak bersedia tunduk atas permintaan AS untuk menghentikan program pengembangan peluru kendali. Akan tetapi, diperkirakan perekonomian mereka akan kembali terpukul dengan penerapan sanksi pembelian minyak. (cnn)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS