20419 KALI DIBACA

Yayasan Keumala Bhayangkari Aceh Selatan Wisudakan 83 Siswa/siswi TK

Yayasan Keumala Bhayangkari Aceh Selatan Wisudakan 83 Siswa/siswi TK
Murid TK Yayasan Keumala Bhayangkari Cabang Aceh Selatan yang diwisuda.

Tapaktuan | Realitas – Sebanyak 83 orang siswa/siswi Taman Kanak-Kanak (TK) Yayasan Keumala Bhayangkari Cabang Aceh Selatan, Senin (29/4/2019) diwisudakan.

Pergelarang acar wisuda tersebut berlangsung di gedung Aula Wira Satya Polres Aceh Selatan yang di hadiri langsung Kapolres Aceh Selatan, AKBP Dedy Sadsono, ST Selaku Pembina Yayasan, Ibu Ketua yayasan Keumala Bhayangkari Cabang Aceh Selatan Ny Shinta Dedy.

Kapolres dan Wakapolres Aceh Selatan termasuk para kadis terkait ikut menghadiri acara wisuda TK Bhayangkari.

Selain itu juga dihadiri Waka Polres Aceh Selatan Selaku Pengawas yayasan, Ibu Wakil Ketua Yayasan Keumala Bhayangkari Ny Ira Hardi, Kepala dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kabid Paud PLS dan PNF Kabupaten Aceh Selatan, Kabid KSDM Kabupaten Aceh Selatan, Kadis Perlindungan anak, Kepala UPTD Wil II Tapaktuan, Kepala TK Sekecamatan Tapaktuan.

Dan tidak ketinggalan juga berperan aktif dalam acara itu, seperti Guru TK, Paud serta Pengurus Yayasan Keumala Bhayangkari Cabang Aceh Selatan dan wali siswa/siswi.

Dikesempatan itu Kapolres Aceh Selatan, AKBP Dedy Sadsono,ST menyampaikan apresiasi kepada pengurus YKB Cabang Aceh Selatan serta para guru TK Bhayangkari yang telah mencurahkan tenaga, pikiran dan ilmu pengetahuan kepada anak didiknya sehingga TK Kemala Bhayangkari dapat menjadi pusat pendidikan dini yang cukup dibanggakan dan dipercaya masyarakat khususnya di Kabupaten Aceh Selatan.

Senada dengan itu, Penasehat YKB Cabang Aceh Selatan Ny Shita Dedy mengucapkan selamat kepada siswa TK Kemala Bhayangkari Cabang Aceh Selatan yang di wisuda pada hari ini dan semoga dapat menlanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi dan menjadi anak yang pintar dan maju, berguna untuk bangsa dan agama serta patuh kepada kedua orang tua, juga berguna bagi agama dan bangsa.

Ia mengingatkan orang tua untuk terus mendidik anaknya karena pendidikan formal terbatas waktu, sedangkan di lingkup keluarga sepanjang waktu.

Sebab untuk melahirkan anak yang cerdas tidak hanya secara intelektual, namun juga emosional dan spiritual, perlu ada kolaborasi antara lembaga formal (TK) dengan non formal (orang tua).

Dalam hal ini tentu dengan memberikan suri tauladan agar dapat dicontoh dan diamalkan anak-anak, seperti membiasakan anak disiplin dan taat terhadap aturan, paparnya.(Zulmas/iqbal)

Subscribe

MEDIA REALITAS