93619 KALI DIBACA

Karena Sudah Di Terlantarkan, Persada Satu Laporkan Proyek Bermasalah Yang Dikelola Dinas Pengairan Aceh Ke KPK

Karena Sudah Di Terlantarkan, Persada Satu Laporkan Proyek Bermasalah Yang Dikelola Dinas Pengairan Aceh Ke KPK
Ketua Yayasan Persada Satu Aceh Ibnu Hajar, SH

Banda Aceh | Realitas – Ketua Yayasan Persada Indonesia Satu (Persada Satu) Ibnu Hajar, SH membuat Pengaduan terhadap dugaan tindak pidana korupsi pada Dinas Pengairan Aceh ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jalan Kuningan Jakarta Selatan, Senin (8/4/2019).

 

“Kami telah menyampaikan surat pengaduan ke KPK, terhadap dugaan Korupsi, Kolusi dan Nipotisme terhadap pekerjaan pembangunan jaringan irigasi D.I. Mon Seuke Pulot Kabupaten Bireun (otsus Aceh) tahun anggaran 2018 pada Dinas Pengairan Aceh Rp. 18 miliar lebih, dikerjakan oleh PT. Takabeya Perkada Group dengan estimasi kerugian Negara sekira 5 miliar rupiah,” papar Ketua Persada Satu Ibnu Hajar, SH kepada Media ini Selasa (9/4/2019) di Banda Aceh.

Ibnu Hajar menambahkan bahwa, modus operandi dugaan korupsi adalah pemalsuan dokumen serah terima pekerjaan, sebagai bukti permulaan bahwa sampai dengan tanggal 31 Maret 2019 diduga fisik pekerjaan belum selesai, tetapi pada tanggal 28 desember 2018, semua dana Rp. 18 miliar telah dicairkan.

Pihaknya berharap KPK dapat bekerja profesional untuk penindakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Proyek ini sudah di terlantarkan oleh oknum rekanan yang berkantor di kawasan Kabupaten Bireun Provinsi Aceh.

Tim Yayasan Persada Satu turun kelapangan untuk memastikan secara langsung terhadap proyek yang sudah lama di terlantarkan oleh rekanan sehingga kami memutuskan kasus yang menghabiskan uang rakyat dengan sia-sia kami laporkan ke KPK, ujar Ibnu Hajar, SH.

Kepala Dinas Pengairan Provinsi Aceh Mawardi yang dihubungi Media ini Rabu (10/4/2019) dengan telpon selular tidak bisa dihubungi namun ketika menjawab pertanyaan seputar proyek yang ditinggalkan oleh rekanan di Bireun melalui WhatsApp, ini jawaban nya, ya Bang, saya sampaikan ke KPA-nya dulu biar ditanggapi dulu biar lebih detail.

 

Ya Bang, saya sudah coba hubungi belum nyambung, tadi saya saya hubungi stafnya katanya diluar daerah.

Ya Bang, saat ini saya masih di acara Musrenbang di Hermes hotel, hadir Gub dan tokoh Aceh.

Ya Bang, habis zuhur saya sudah selesai, besok pagi boleh jumpa biar saya tanya detail ke KPA-nya.

Sesuai atas permintaan Kadis Pengairan Provinsi Aceh, agar media ini menunggu konfirmasi kembali Kamis (11/4/2019) namun sampai berita ini di tayangkan belum ada keterangan resmi dari Kadis Pengairan, maupun dari rekanan proyek irigasi di Bireun.

Pihak PT Kabeya, yang berulang kali di hububungi media ini sejak Rabu pagi (10/4/2019) belum berhasil di hubungi, nanam pihak Kadis Pengairan Mawardi, menyampaikan kepada media ini kalau pimpinan PT Kabeya tidak berada di Daerah. (H A Muthallib)

Subscribe

MEDIA REALITAS