31219 KALI DIBACA

HUT Ke-17, Muslizar Kenang Perjuangan Lahirnya Abdya

HUT Ke-17, Muslizar Kenang Perjuangan Lahirnya Abdya
Foto: Realitas/Syahrizal Bupati Abdya, Akmal Ibrahim menyerahkan tropi kepada para juara stand terbaik dalam rangka memeriahkan HUT Abdya ke-17, Rabu (10/4/2019).
example banner

Blangpidie | Realitas – Wakil Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Muslizar MT dalam amanatnya menceritakan rentetan perjuangan panjang untuk melahirkan Kabupaten Abdya dari empat generasi kepanitiaa sejak tahun 1960 hingga tahun 2002.

Hal itu disampaikan Wabup Muslizar saat menjadi Inspektur Apel memperingati hari lahirnya Kabupaten Abdya di Halaman Kantor Bupati setempat, Rabu (10/4/2019).

Dalam acara itu Bupati Abdya Akmal Ibrahim, Kapolres Abdya AKBP Moh Basori SIK, Dandim 0110/Abdya Letkol Arm Iwan Aprianto SIP, Kajari Abdya Abdur Kadir SH MH, Ketua DPRK Zaman Akli, Ketua PN Blangpidie Zulkarnaini, Ketua Mahkamah Syar’iah Blangpidie Amrim Salim dan Sekda Abdya, Drs Thamren turut hadir dengan mengenakan pakaian adat Kabupaten yang berjulukan breuh padee sigupai tersebut.

Selain itu, para Asisten, Staf Ahli, kepala Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK), Camat juga tampak menggunakan pakaian adat Aceh saat apel HUT Abdya ke-17 yang berlangsung di halaman kantor bupati setempat.

Dikatakan Muslizar, untuk melahirkan Abdya butuh rentetan perjalanan panjang, karena penuh dengan romantika dan dinamika sejarah.

Sebanyak empat generasi kepanitiaan silih berganti selama lebih kurang 42 tahun perjuangan tersebut.

Kegigihan serta keikhlasan panitia yang bekerja tanpa pamri akhirnya menuai hasil.

Buah manis dari perjuangan panjang serta keinginan untuk mandiripun akhirnya terwujud melalui sepucuk surat dengan nomor 4 tahun 2002 tentang Undang-Undang Pemekaran Abdya.

17 tahun silam, tepat pada tanggal 10 April tahun 2002 merupakan tanggal bersejarah bagi Bumo Breuh Sigupai ini.

Sebuah daerah yang dulunya merupakan anak dari Kabupaten Aceh Selatan kini telah menjelma menjadi sebuah Kabupaten dengan berbagai potensi luar biasa yang dimiliki.

Tentunya ini bukanlah waktu yang singkat, tidak sedikit tenaga serta pikiran yang terkuras, hingga tidak ada nilai dan penghargaan dalam bentuk apapun yang cukup pantas disematkan pada mereka.

“Oleh karenanya atas nama Bupati Abdya, Akmal Ibrahim dan saya Wakil Bupati beserta jajaran Pemkab Abdya menyampaikan terimakasih yang tidak terhingga kepada para sesepuh dan tokoh-tokoh pendiri Abdya,” ujarnya.

Selain itu, Wabup Muslizar juga menyampaikan beberapa penghargaan yang berhasil diperoleh dalam dua tahun terakhir ini.

Seperti, penghargaaan terbaik ketiga atas keterbukaan informasi publik dari Pemerintah Aceh, penghargaan dari BPK RI Perwakilan Provinsi Aceh atas raihan Opini WTP terhadap Laporan Keuangan tahun 2017, penghargaan WTP dari Pemerintah Republik Indonesia atas Prestasi Kelola Keuangan Daerah, penghargaan sebagai Kepala Daerah Terbaik atas Pelestarian dan Pengembangan Plasma Nutfah Padi Lokal Aceh dari Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, penghargaan Predikat Kepatuhan Tinggi tahun 2018 Kategori Zona Hijau terhadap Standar Pelayanan Publik dari Ombudsman Republik Indonesia, penghargaan Kualitas dan Produktivitas SIDDHAKARYA tahun 2018 dari Pemerintah Aceh, dibidang kesehatan Pemkab Abdya juga mendapat penghargaan UHC-JKN-KIS Award tahun 2018 dari Pemerintah Republik Indonesia.

Hari bersejarah bagi kabupaten hasil pemekaran dari Aceh Selatan itu, juga diramaikan dengan hadirnya mantan Pj Bupati Abdya, seperti Baharuddin dan Teuku H. Burhanuddin Sampe beserta sejumlah tokoh pendiri Abdya lainnya.

Dipenghujung acara, Pemkab Abdya juga memberikan hadiah serta penghargaan kepada pemenang aneka lomba dan pameran serta desa terbaik dalam rangka HUT Abdya. (Syahrizal/iqbal)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS