14419 KALI DIBACA

Aktivis Lingkungan Angkat Isu Bencana Agara dalam Momentum Peringatan Hari Bumi 2019Aktivis Lingkungan Angkat Isu Bencana Agara dalam Momentum Peringatan Hari Bumi 2019

Aktivis Lingkungan Angkat Isu Bencana Agara dalam Momentum Peringatan Hari Bumi 2019Aktivis Lingkungan Angkat Isu Bencana Agara dalam Momentum Peringatan Hari Bumi 2019

Banda Aceh | Realitas – Aceh Tenggara menjadi salah satu kabupaten sangat rentan bencana di Aceh.

Berdasarkan catatan aktivis, sejak 2010 hingga 2019 sudah terjadi beberapa bencana secara berurutan di kawasan itu, sebagian besar bencana banjir bandang.

Aktivis lingkungan memaparkan kerusakan dan potensi bencana di Kabupaten tersebut.

Hal dibahas oleh Direktur Eksekutif Walhi Aceh, M Nur dan Koordinator Yayasan Ekosistem Lestari/Akademisi Lingkungan, TM Zulfikar dalam konferensi pers peringatan Hari Bumi 2019, Senin (22/4/2019) di Kantor PWI Aceh, Banda Aceh.

Kedua aktivis itu membahas tentang bencana di Aceh Tenggara serta penegakan hukum dan mitigasi dalam rangka memperingati hari bumi.

TM Zulfikar menyampaikan, bahwa kerusakan alam di Aceh Tenggara saat ini sudah sangat parah.

Menurutnya, saat ini Aceh sudah masuk dalam kategori darurat, dengan 40 titik illegal logging.

Sehingga tidak heran jika dalam beberapa tahun terakhir sangat rentan terjadi bencana.

Selama 2018, Aceh Tenggara dilanda empat kali banjir bandang besar.

“Aparatur penegak hukum harus serius menangani ini, “ujar TM Zulfikar.

Sementara Direktur Eksekutif Walhi Aceh, M Nur mengatakan, daftar bencana di Agara sudah besar dan panjang.

Akibat bencana itu, kerugian bisa mencapai Rp 215 miliar.

Sehingga dampak bencana dapat diminimalisir.

Termasuk menghentikan terjadinya bencana tersebut.

“Tapi perlu diketahui, Banjir di Aceh Tenggara tidak akan berhenti apabila deferosterasi terus terjadi,” ujar M Nur. (serambinews/red)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS