35219 KALI DIBACA

Sejumlah Puskesmas Di Aceh Selatan Butuh Mobil Sampah

Sejumlah Puskesmas Di Aceh Selatan Butuh Mobil Sampah
Photo tokoh masyarakat Labuhanhaji Raya: Azmir, SH
example banner

Tapaktuan | Realitas – Hampir setiap Puskesmas di Kabupaten Aceh Selatan, sangat berkualahan tempat pembuangan akhir (TPA) sampah (Limbah) karena armada angkutan tidak tersedia.

Menurut salah seorang tokoh masyarakat Labuhanhaji Raya, Azmir, SH, Kamis (21/2/1019) dengan tiba-tiba mendatangi Kantor PWI Aceh Selatan, jalan merdeka Tapaktuan.

Dalam hal tersebut cerita punya cerita diantaranya terselip kata-kata masalah di beberapa puskesmas di Kabupaten Aceh Selatan.

Menurut dia sepertia Puskesmas Labuhanhaji Barat, Labuhanhaji, Labuhanhaji Timur, Meukek dan puskesmas Kecamatan Sawang.

Menurut pantauan mereka, disana masih ada sampah/limbah yang bertumpukan di belakang sal puskesmas masing-masing.

Saat ditanya pada petugas puskesmas, dia menjawab, kalau ngak gini kemana yang harus kami buang, sementara mobil sampah tidak ada, ujarnya singkat.

Terkait itu, Azmir mengharapkan kepada dinas instansi terkait, seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Aceh Selatan, untuk dapat memfasilitasi keluhan pihak puskesmas, dengan cara menyiapkan mobil sampah.

Sebab katanya limbah yang ada di puskesmas-puskesmah atau rumah sakit tak sama dengan limbah lainnya, tutur mantan anggota dewan itu dan juga mantan jurnalistik tersebut.

Menyangkut dengan itu tambah Azmir, ini saya minta maaf tidak ada unsur politik, cuma dengan hati yang ikhlas demi untuk memberikan masukan dan masyarakat bisa terhindar dari penjangkit, katanya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Aceh Selatan, sekitar pukul 14.30 WIB dihubungi terpisah melalui ponselnya mengakui, bahwa pengadaan armada pembawa limbah para puskesmah Labuhanhaji Raya terdapat tiga puskesmas, ia mengakui belum ada.

Termasuk pada puskesmas-pukesmas di Trumon Raya.

Kemudian untuk pembuangan limbah, dari Kecamatan Samadua hingga Kluet Raya sudah ada tempatnya pengolahan limbah tersebut, dan hari ini Kamis (21/2/2019) pagi, Bupati Aceh Selatan, H. Azwir, S. Sos sudah meresmikan untuk dapat dimanfaatkan.

Hal tersebut pihaknya sudah mengusulkan, namun hingga kini belum ada realisasinya.

Namun untuk tempat pembuang akhir (TPA) harus ada lahan minimal 5 hektare,” ucapnya singkat. (Zulmas/iqbal)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS