18419 KALI DIBACA

Bayi Penderita Hidrosefalus Di Abdya Butuh Uluran Tangan

Bayi Penderita Hidrosefalus Di Abdya Butuh Uluran Tangan
example banner

Blangpidie | Realitas – Intan Izzatunnisa, bayi berusia 5 bulan anak dari pasangan Azhari (37) dan Rismawati (34) warga Desa Pasar Kota Bahagia, Kecamatan Kuala Batee, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mengidap penyakit Hidrosefalus dan sangat membutuhkan bantuan.

Pasalnya keluarga bayi berjenis kelamin perempuan ini tak mampu lagi membiayai pengobatan anaknya secara terus menerus karena keterbatasan ekonomi.

Kepada awak media, Kamis (21/2/2019) Azhari mengatakan, selain mengidap penyakit Hidrosefalus atau pembengkakan di bagian kepala disebabkan tumpukan cairan yang mengakibatkan tekanan pada otak, kaki bagian kanan bayi malang itu tidak bisa bergerak dan mengalami luka di bagian punggung akibat operasi beberapa waktu lalu.

Dia mengaku telah dua kali membawa putrinya ke Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) di Banda Aceh untuk proses pengobatan medis.

Namun lantaran terkendala dengan biaya, proses pengobatan terpaksa harus dihentikan dengan membawa pulang kembali Intan Izzatunnisa ke Abdya.

“Sudah dua kali kami membawa Intan untuk berobat ke RSUZA Banda Aceh, karena terkendala uang dengan terpaksa Inta kami bawa pulang,” ujar Risma.

Ditambahkan, sebenarnya pihak RSUZA belum memberi izin untuk membawa pulang intan lantaran masih harus mendapatkan perawatan medis.

Meskipun biaya pengobatan intan ditanggung BPJS kesehatan, namun Azhari dan istrinya merasa kesulitan dalam mebiayan kebutuhan sehari-hari selama proses pengobatan berlangsung di RSUZA.

Azhari yang kesehariannya berprofesi sebagai petani dan istrinya sebagai ibu rumah tangga, tidak mampu untuk mencukupi biaya yang dibutuhkan selama perawatan anaknya.Pihaknya mengaku telah mengajukan permohonan bantuan kepada Pemkab Abdya, namun sampai saat ini belum mendapatkan kabar kepastian terkait permohonan bantuan yang diajukan.

“Intan harusnya mendapatkan perawatan lanjutan di RSUZA Banda Aceh, namun apa boleh dikata, biayanya tidak ada,” keluhnya.

Dengan mata berkaca-kaca dia berharap semoga ada dermawan yang mau membantu untuk kesembuhan anaknya.

Karena dia sendiri mengaku selama ini susah mencari kerja apa lagi Intan dalam kondisi sakit.

“Hampir tiap hari Intan menangis dan kami menggendongnya secara bergantian, kami tidak tahu harus bagaimana lagi,” tuturnya.

Bagi pembaca yang berkeinginan untuk memberikan bantuan dapat menghubungi nomor ponsel pihak keluarga 085360104532 atau dapat berkunjung langsung ke kediamannya.(Syahrizal/iqbal)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS