48219 KALI DIBACA

Warga Temukan Jasad Penarik Kayu Mengapung Di Krueng Susoh

Warga Temukan Jasad Penarik Kayu Mengapung Di Krueng Susoh
Foto: Realitas/Syahrizal Jasad Ali Ajir ditemukan warga mengapung dalam sungai kawasan Desa Cot Jeurat, Kecamatan Blangpidie, Kabupaten Abdya, Kamis (17/1/2019) pagi.
example banner

Blangpidie | Realitas – Memasuki hari ketiga proses pencarian, jasad Ali Ajir (32) warga Desa Adan, Kecamatan Tangan-Tangan, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) yang bekerja sebegai penarik kayu ditemukan warga mengapung di pinggir Krueng Susoh kawasan Desa Cot Jeurat, Kecamatan Blangpidie, Kamis (17/1/2019) sekira pukul 08.30 WIB.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Abdya, Amiruddin membenarkan bahwa korban (Ali Ajir) yang terseret arus Krueng Susoh telah ditemukan oleh warga di kawasan Desa Cot Jeurat, Blangpidie dalam kondisi tidak bernyawa.

Warga menemukan jasad korban dalam kondisi mengapung dan tersangkut pada batang pinang yang sudah tumbang kedalam sungai.

Ketika itu, salah satu warga sedang melintasi sungai, kemudian mencium bau yang tidak sedap.

Ia sempat berpikir kalau itu hanya bangkai hewan atau sejenisnya.

Begitu mendekat tak disangka ternyata itu merupakan jasad manusia yang dikabarkan hilang terseret arus.

Dikatakan Amiruddin, setelah mendapat informasi dari warga yang menemukan jasad korban, tim lansung melakukan evakuasi dengan menggunakan perahu karet.

“Tim Kita langsung ke TKP untuk mengevakuasi korban, setelah diidentifikasi dengan ciri-ciri yang ada, ternyata benar kalau jasad tersebut merupakan Ali Ajir yang terseret arus tiga hari yang lalu,” ungkapnya.

Amir menambahkan, kalau jarak dari lokasi korban tenggelam pertama kali dengan lokasi ditemukan sangat jauh yakni lebih kurang 7 kilometer.

“Karena arus air cukup deras, sehingga ia terseret mencapai 7 kilometer dari lokasi kejadian,” sebutnya.

Saat ini jenazah korban sudah dibawa pulang ke rumah duka di Desa Adan, Kecamatan Tangan-Tangan menggunakan ambulance yang lansung dikawal oleh Wakil Bupati Abdya, Muslizar MT bersama dengan BPBK, Tim SAR dan Tagana.

Amatan dilapangan, warga berbondong-bondong memadati rumah duka yang didiami korban bersama dengan istri dan satu putrinya yang baru berumur 2,5 tahun.

Pihak keluarga tidak menyangka kalau korban begitu cepat meninggalkan mereka.

“Ini memang sudah takdir dari yang maha kuasa, kita tidak bisa mengelak dari kehendaknya,” kata salah satu pihak keluarga kepada wartawan di lokasi korban dikuburkan.

Diberitakan sebelumnya, Ali Ajir yang bekerja sebagai penarik kayu dari hulu Krueng Susoh hilang terseret arus air pada Senin sore (14/1/2019) sekira pukul 17.30 WIB.

Dimana, Ajir ketika itu menaiki rakit kayu yang sudah dirangkainya untuk dibawa kehilir sungai.

Naasnya, Ajir justru tercumplung ke dalam sungai dan hilang hingga ditemukan meninggl dunia. (Syahrizal/iqbal)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS