43619 KALI DIBACA

Polda Sumut Ringkus Pria Penjual Lutung Emas Lewat Facebook

Polda Sumut Ringkus Pria Penjual Lutung Emas Lewat Facebook
Dir Krimsus Polda Sumut Rony Samtana (kemeja putih) saat memaparkan tangkapan satwa liar di pelataran DitKrimsus Polda Sumut, Jumat (11/1/2019).
example banner

Medan | Realitas – Dit Krimsus Polda Sumut mengamankan seorang penjual satwa liar, A (25) warga Dusun Ill, Desa Paluh Manan, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deliserdang, Provinsi Sumatera Utara.

DirKrimsus Polda Sumut Kombes Pol Rony Samtana mengungkapkan pada Rabu (8/1/2019) sekitar pukul 20.30 WIB di Dusun III, Desa Paluh Manan, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deliserdang, Tim Subdit IV DitKrimsus Polda Sumut bersama dengan pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) melakukan penyamaran dan membuat janji dengan tersangka A.

“Kita mengenal tersangka dari akun Facebook palsu dengan menggunakan nama inisial KS untuk melakukan transaksi, makanya kita ajak untuk jumpa dan melakukan transaksi pembelian lutung emas/lutung budeng,” katanya, Jumat (11/1/2019).

Setelah melakukan transaksi, tim mendapatkan tiga ekor anak lutung emas/lutung budeng dan pihaknya langsung melakukan pengembangan di rumah A.

“Kita ke rumah tersangka bersama Kepala Dusun III, Hapipudin,” ujarnya.

Saat di sana, tim menemukan tiga ekor anak elang Brontok (Nisaetus Cirrhatus) dan seekor anak kucing akar/kucing Tandang (Prionailurus Bengalensis).

Kepada petugas, ia mengaku menjual satwa liar sudah berjalan selama 6 bulan dengan menggunakan akun Facebook palsu dengan menggunakan inisial KS.

“Tersangka juga bergabung dengan komunitas akun Facebook Jual Beli Segala Jenis Hewan Medan untuk memasarkan satwa liar kepada pembeli,”terangnya.

Sampai saat ini, tersangka A menjual satwa dengan jenis Lutung Emas atau Lutung Budeng, Kucing Akar/Kucing Kandang, Musang, Monyet, Tupai dan mengantar Satwa tersebut dengan menggunakan Jasa Gojek, pemasaran Satwa Medan dan sekitarnya.

Mengenai dari mana tersangka A mendapat satwa liar, Rony menyatakan A mendapat satwa liar yang dilindungi dari nelayan dan masyarakat di Desa Batang Serai, Desa Palu Subur dan Desa Parit Belang, Kecamatan Hamparan Perak.

“Tersangka tidak memiliki izin dari pihak yang berwenang dalam kepemilikan satwa yang dilindungi itu,” katanya. (tribunnews/iqbal)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS