51619 KALI DIBACA

9 Unit Monitor Komputer SMPN 3 Babahrot Raib Digasak Maling

9 Unit Monitor Komputer SMPN 3 Babahrot Raib Digasak Maling
Foto: Realitas/Syahrizal Kadisdikbud Abdya, Jauhari, S.Pd didampingi Ketua Kobar-GB Abdya, Rusli Ama saat melihat kondisi meninjau kondisi gedung laboratorium TIK SMPN 3 Babahrot yang dibobol maling, Selasa (22/1/2019).
example banner

Blangpidie | Realitas – Sebanyak 9 unit layar monitor komputer milik SMP Negeri 3 Babahrot Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) raib digasak maling.

Tidak hanya monitor, 3 unit mouse, 3 unit keyboard, 1 unit printer dan 3 unit video graphics adapter (VGA) juga ikut diembat.

Kepala SMPN 3 Babahrot, Rosnanidar, SPd kepada wartawan Selasa (22/1/2019) membenarkan semua perlengkapan penunjang belajar siswa yang hilang itu berada dalam gedung laboratorium TIK sekolah setempat.

Kejadian kemalingan itu terjadi pada Selasa (22/1/2019) diperkiarakan sekitar pukul 03.00 WIB dinihari. Sebelumnya, pejaga sekolah sempat melakukan pengecekan kondisi sekolah sekitar pukul 01.00 WIB, saat itu kondisi perlengkapan TIK masih utuh.

Bahkan tidak ada tanda-tanda kalau sekolah itu telah dibobol maling.

“Kemungkinan setelah penjaga sekolah pulang, barulah maling ini beraksi dan mengambil perlengkapan dalam laboratorium sekolah,” terangnya

Diduga maling membobol serta merusak teralis besi yang sengaja dipasang pihak sekolah untuk mengamankan seluruh isi laboratorium.

Menurutnya, kondisi SMPN 3 Babahrot musibah kemalingan itu bukanlah kali pertama.

Seingatnya sudah lima kali sekolah itu dimasuki maling dan mengambil sejumlah barang-barang berharga dan bernilai jual.

Barang yang dicuri pun telah beragam, mulai dari tabung gas, mesin pompa air hingga perlengkapan penunjang belajar siswa.

Terkait kondisi itu, pihaknya telah melaporkan kejadian itu ke Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Abdya hingga pihak kepolisian setempat untuk segera diusut.

Ditambahkan, aksi pencurian yang telah terjadi berulang kali ini bisa saja dipicu oleh kondisi sekolah yang belum memiliki pagar pengaman secara utuh, sementara lokasi bangunan sekolah juga lumayan jauh dari pemukiman warga.

Ditambah lagi sekolah dimaksud belum memiliki rumah dinas untuk menempatkan pejaga sekolah.

“Selama ini pejaga sekolah hanya melakukan pengecekan secara rutin, namun tidak menginap di sekolah lantaran tidak ada rumah dinas. Hal ini telah kami sampaikan ke pihak dinas,” paparnya.

Pasca mendapatkan laporan dari pihak sekolah, Kadisdikbud Abdya, Jauhari, SPd didampingi Kabid Pendidikan Dasar, Muhammad Hasan, Ketua Kobar-GB Abdya, Rusli AMa dan pengawas sekolah langsung datang ke lokasi guna meninjau kondisi sekolah pasca terjadinya aksi pencurian tersebut.

Bahkan pihak kepolisian setempat juga telah ke lokasi guna melakukan penyelidikan terkait musibah yang menimpa sekolah itu.(Syahrizal/iqbal)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS