351819 KALI DIBACA

Kondisi Bayi Kembar Di Dalam Penjara Mulai Memburuk

Kondisi Bayi Kembar Di Dalam Penjara Mulai Memburuk
example banner

Bireuen | Realitas – Setelah sekian lama ditahan dalam Rutan cabang Bireuen ibu dan 3 bayi kembar itu kini mulai diserang bermacam penyakit akibat tempat yang dihuni nya tidak steril dan dapat menyebabkan kondisi bayi kecil itu memburuk.

 

Seperti pengakuan ibu tiga anak yang sekarang sedang dalam tahanan Rutan Cabang Bireuen, bersama 3 Bayi yang tak berdosa itu Maqfirah binti Zakirsyah (27) menceritakan sedikit keluhan yang di alami oleh bayi kecilnya itu, saat ditemui media ini dalam Rutan Cabang Bireuen, Senin (10/12/2018).

Dirinya dengan tersenyum mengatakan tidak pernah terbayangkan apa yang dirasakan oleh dirinya bersama ketiga anaknya saat ini, menunggu hasil sidang yang akan menentukan nasib dirinya bersama buah hatinya ke depan.

Berawal dirinya saat terjadi penyemputan itu, baru saja melahirkan Sekitar 5 Hari saya dibawa oleh pihak kepolisian untuk menemui sang pelapor, untuk dapat menjalani proses perdamaian.

Namun tidak seperti yang di bayangkan hasil mediasi itu pun tidak berhasil dan saya lasung di bawa ke kantor polisi dan meginap sekitar satu hari satu malam kata ibu bayi itu, dan selanjutnya dirinya di bawa ke sebuah rumah di desa Geudong-Geudong kabupaten Bireuen.

Disitu saya mendekam selama 51 Hari dan dijaga beberapa Polwan yang juga ikut menjaga dan membantu anak-anak saya ini.

Namun setelah saya di limpahkan kekejaksaan baru saya di kirim ke penjara ini dan saya disini sudah berjalan sekitar 25 Hari.

Kepala cabang Rutan Bireuen Sopian mengatakan sangat memprihatinkan kondisi bayi yang berada di rutan ini dirinya selalu memberikan support agar ibu bayi mendapatkan gizi yang baik seperti sayur susu dan makanan lainnya yang ber vitamin demi kesehatan bayinya, kita selalu menjaga memberi tugas untuk pegawai wanita agar membantu melihat kondisi bayi agar tetap sehat dan apabila kondisi bayi mulai memburuk langsung dilarikan ke rumah sakit.

Kepala Kejaksaan Negeri Bireuen, Mochamad Jefrry SH, M.Hum yang di dampingi Kasi pidum T. Hendra Gunawan yang di konfirmasi media ini mengatakan, kalau TSK itu benar ditahan saat penyerahan dari Polres Bireuen.

Tapi kami tidak tahu kalau ada tiga bayi saat penyerahan berkas itu.

Kami melakukan itu karena saat penyerahan TSK, tidak ada satupun yang menjamin TSK itu apa lagi dia bukan warga Bireuen.

Kalau tidak ada yang jamin siapa akan bertanggung jawab kalau terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan, ungkapnya kepada media ini. (M.Reza/iqbal)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS