49219 KALI DIBACA

Bangun Pasar di Manggeng, Wabup Abdya Jajaki Status Kepemilikan Tanah

Bangun Pasar di Manggeng, Wabup Abdya Jajaki Status Kepemilikan Tanah
Foto; Realitas/Syahrizal Wakil Bupati Abdya, Muslizar MT memimpin acara musyawarah bersama tokoh masyarakat di Gedung Musyawarah, Desa Kedai, Kecamatan Manggeng untuk rencana pembangunan Pasar Manggeng, Rabu (5/12/2018).
example banner

Blangpidie | Realitas – Wacana Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) bakal membangun pasar lantai dua untuk penjualan pangan dan sandang di Desa Kedai, Kecamatan Manggeng sudah masuk dalam tahap perencanaan yang dikerjakan pada tahun anggaran 2019 mendatang.

Meski sudah masuk dalam tahap perencanaan, Pemkab Abdya tidak serta merta akan membangun sebuah pasar tanpa menjajaki terlebih dahulu status kepemilikan tanah untuk lokasi pembangunan pasar tersebut.

“Hari ini kita meluruskan status kepemilikan tanah dengan tokoh masyarakat Manggeng, agar proses pembangunan pasar nanti tidak terkendala,” kata Wakil Bupati Abdya, Muslizar MT kepada wartawan usai melakukan pertemuan dengan para tokoh masyarakat Manggeng di Gedung Musyawarah, Desa Kedai, Manggeng, Rabu (5/12/2018).

Dalam pertemuan itu, Wabup Muslizar meminta tanggapan masyarakat untuk memperjelas status kepemilikan tanah yang ada di lokasi bangunan Sekolah Menengah Pertama (SMP) lama Manggeng atau sekarang ini sudah menjadi lapak pasar pagi.

“Setelah mendengar satu persatu tanggapan dari tokoh masyarakat, ternyata mengenai kepemilikan tanah tidak ada masalah lagi.

Dimana, tanah itu merupakan asset Dinas Pendidikan juga merupakan milik pemerintah.

Jadi, sudah dipastikan pembangunan pasar lantai dua di Kecamatan Manggeng akan segera rampung dalam tahun 2019 mendatang,” jelasnya.

Status kepemilikan tanah itu juga diperkuat dengan Keputusan Mahkamah Agung yang menyatakan bahwa kalau tanah di lokasi SMP lama Manggeng adalah milik Dinas Pendidikan.

“Selama ini banyak yang beranggapan kalau tanah di SMP lama Manggeng itu milik Yayasan.

Maka dari itu, kita luruskan semua dengan menghadirkan tokoh masyarakat yang memang sudah sangat paham alur sejarah tanah tersebut,” tutur Muslizar.

Dengan sudah jelasnya status kepemilikan tanah dimaksud, maka pembangunan Pasar Manggeng tersebut tersedia anggaran biaya sebesar Rp.8 miliar lebih yang bersumber dari Dana Perbantuan dan DAK tahun 2019.

“Segala perencanaanya sudah siap.

Tinggal kita lakukan proses realisasinya pada tahun 2019 mendatang.

Do’a kan saja agar berjalan dengan lancar demi kemajuan ekonomi masyarakat di Manggeng,” ujarnya.

Dalam forum yang dihadiri para Asisten Setdakab Abdya, unsur Muspika Manggeng dan Lembah Sabil serta para Kepala Desa (Keuchik), Wabup Muslizar juga meminta kepada bidang asset untuk mendata kembali sejumlah bangunan di Manggeng yang merupakan asset daerah.

Ada beberapa bangunan yang ada di Manggeng tidak terurus perbaikannya.

Seperti, Gedung Kesenian, Gedung Musyawarah termasuk Lapangan Bola Kaki di Desa Seunulop, Manggeng.

“Kedepan coba dipastikan status kepemilikannya agar biaya renovasi bisa menggunakan uang daerah.

Jangan sampai bangunan itu ternyata merupakan milik yayasan atau sebagainya,” demikian pungkas Muslizar. (Syahrizal/iqbal)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS