37219 KALI DIBACA

Anggota DPRK Nagan Raya Minta Pemkab Untuk Segera Tangani Limbah Di RSUD SIM Nagan Raya

Anggota DPRK Nagan Raya Minta Pemkab Untuk Segera Tangani Limbah Di RSUD SIM Nagan Raya
example banner

Nagan Raya | Realitas – Anggota DPRK Nagan Raya minta Pemda untuk segera tangani limbah di RSUD Sultan Iskandar Muda (SIM) Nagan Raya.

Direktur rumah sakit SIM mengeluarkan biaya pertahun 3,63 ratus juta untuk pembersihan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).

Pengelolaan limbah B3 diatur dalam UU RI nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan, khususnya pasal 59 ayat 1 yang berbunyi setiap orang yang menghasilkan limbah B3 wajib melakukan pengelolaan B3 yang dihasilkanya.

Teks foto : Limbah Rumah Sakit Sultan Iskandar Muda Nagan Raya Masih Terlihat dan Belum Dilakukan Pembersihan, Senin (17/12/2018). (Muji)

 

Setiap orang yang tidak melakukan pengelolaan limbah B3, akan dikenakan ketentuan pidana sesuai dengan pasal 103 UU No. 32 tahun 2009.

Dimana setiap perusahaan atau rumah sakit yang menghasilkan limbah B3 dan tidak melakukan pengelolaan, sebagaimana dimaksud dalam pasal 59 dapat dipidana dengan pidana penjara paling singkat satu tahun, paling lama tiga tahun dan denda paling sedikit Rp. 1 Milyar – Rp. 3 Milyar.

Namun, RSUD SIM Ujung Fatihah Kecamatan Kuala Kabupaten Nagan Raya, kini telah serius menangani limbah (B3) meskipun belum maksimal dilakukan.

Karena limbah yang berbahaya tersebut dapat menyebabkan semua jenis penyakit menular disekitarnya.

Dalam hal ini anggota DPRK Nagan Raya T.Cut Man meminta pihak Pemerintah Nagan Raya untuk segera melakukan dan menangani limbah (B3) di RSUD SIM tersebut.

“ini untuk kebaikan pasien di rumah sakit supaya tidak terjadi penyakit akibat limbah tersebut,” minta Cut.

Kepala Direktur Rumah Sakit Iskandar Muda drg. Doni Asrin mengatakan, saat ini penanganan limbah B3 belum ditangani secara maksimal.

“Pihaknya akan terus memantau tentang masalah limbah ini sebab pelayanan kesehatan di Kabupaten Nagan Raya ini akan terus melakukan yang terbaik kepada pasien-pasien yang berobat maka dari itu kita juga melakukan, mengelola limbah B3 secara benar,” kata Doni kepada Wartawan media ini, Senin (17/12/2018).

Limbah ini memerlukan biaya yang sangat tinggi akan membuat sebagai penampungan yang dapat menampung limbah dari fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes), Karena hampir 3,63 ratus juta pertahun untuk melakukan pembersihan, disitu ada limbah medis lain seperti jarum, infus luka dan darah, tambahnya.

Dalam hal ini perizinan sudah kita urus, cuma belum keluar tentang yang kita ajukan tersebut juga sudah di siapkan regulasi berupa peraturan walikota (Perwal) dan peraturan daerah (Perda) sebagai dasar hukum pengaturan limbah B3 medis, tutupnya. (Muji/Iqbal)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS