Eks Karyawan PT. Dwi Kencana Semesta Datangi Kantor DPRK Aceh Timur

oleh -50.489 views

IDUL FITRI

Aceh Timur | Realitas – Sejumlah Karyawan Eks PT.Dwi Kencana Semesta kembali pertanyakan Sikap Disnaker yang sebelumnya sudah mengadukan Nasib mereka beberapa waktu yang lalu kepada Depnaker Aceh Timur.

Namun hingga saat ini masih belum terselesaikan bahkan terkesan lamban sehingga kami tidak tahu penyebabnya, mewakili rekan rekan mengadukan Nasib kami sebagai karyawan yang bekerja puluhan tahun tidak mendapatkan hak-hak kami sebagai karyawan Perusahaan.

Eks Perwakilan karyawan tersebut PT.Dwi Kencana Semesta itu disambut oleh Ketua Komisi B.Amiruddin (Botak), karena Para Komisi D tidak berada ditempat maka diwakili oleh Komisi B, dalam pertemuan tersebut juga hadir Kepala dinas Depnaker melalui Sekretarisnya Samsul dan Kasi Penempatan tenaga kerja Zubir, Kepala dinas Perkebunan Ahmad, Kabid usaha tani dan perkebunan Marzaini, dan serta tokoh masyarakat Banda Alam Idris Amanah dan tokoh pemuda Desa Seumanah Jaya M.Jamal, serta para perwakilan karyawan Eks Dwi Kencana.

Dalam pertemuan tersebut saat disinggung oleh dewan yakni ketua Komisi B.DPRK Amiruddin kepada dinas Depnaker Aceh Timur Samsul, menjawab pertanyaan Ketua Komisi B mengatakan bahwa seharusnya mereka para karyawan menunggu hasil jawaban dari Kurator PT. Dwi Kencana Semesta.

Waktu itu kami dari dinas Disnaker Aceh Timur telah melayangkan surat dengan nomor 560/850/2018 tertanggal 3 Mei 2018 kepada Kurator PT. Dwi Kencana Semesta waktu itu, dan seharusnya eks karyawan perusahaan tersebut tidak memutuskan hubungan dulu dengan kami, karena waktu itu Kurator PT. Dwi Kencana Semesta (Dalam Pailit) membalas surat dari Disnaker Aceh timur Pada tanggal 25 Mei 2018 dan jelas disebutkan dalam poin ke 7 disebutkan bahwa, sebagaimana poin No 1 dan No 4 diatas, mohon kepada pihak kuasa yang mewakili para karyawan untuk segera mengajukan tagihan kepada kami selaku Kurator PT. Dwi Kencana Semesta (Dalam Pailit) demikian bunyi Surat tersebut yang ditanda tangani Bogor 25 Mei 2018 tertanda Kurator Yana Supriatna,SH.

Lebih lanjut Samsul menyebutkan bahwa kami dari Disnaker sudah menanggapi persoalan tersebut, namun entah kenapa para eks karyawan tersebut tidak lagi berhubungan dengan kami, padahal kita hanya selangkah lagi waktu itu, persoalan gaji karyawan sudah ada titik terang demikian ujarnya.

Menanggapi perihal tersebut para perwakilan eks karyawan waktu itu membenarkan seperti kejadian itu, karena kami tidak mengetahui jalurnya dan lagi pula kami saat itu sedang merangkum rincian gaji, dan saat itu kami juga  memakai jasa pengacara, namun ternyata sampai saat ini juga tidak terselesaikan, ujar Ahmad Yani yang sedikit merasa kecewa.

Maka hari ini kami dari Eks Karyawan meminta kepada pemerintah Aceh Timur dalam hal ini Disnaker dan Dinas Perkebunan agar dapat menyelesaikan Kisruh Gaji Eks karyawan PT. Dwi Kencana Semesta, maklum kami ini masyarakat awam, yang tidak mengerti apa apa tentang hukum, dan kami juga meminta kepada pemerintah Aceh Timur terkait dengan penangkapan terhadap Eks Manager PT. Dwi kencana harap dapat ditinjau ulang, kemarin Meneger kami mengambil buah sawit hanya untuk membayar gaji kami para karyawan, demikian ujarnya.

Menurut Keterangan dari dinas Perkebunan dan peternakan Aceh Timur Keberadaan PT. Makmur Inti Bersuadara (MIB) mereka secara lisan sudah kita panggil untuk segera melengkapi Dokumen legalitas perusahaan waktu itu, namun hingga saat ini belum dilengkapi, ujar Marzaini.

Terkait dengan surat Peralihan Hak perusahaan tersebut hingga saat belum kami terima, seharusnya mereka perusahaan (Red) Makmur Inti Bersuadara (MIB) harus menyampaikan kepada Dinas pelayanan perizinan terpadu dan dinas Perkebunan Kabupaten Aceh Timur, untuk melengkapi Dokumen profil legalitas perusahaan mereka, namun hal itu tidak pernah dilakukan atau disampaikan untuk ditembuskan kepada pemerintah Kabupaten Aceh timur,dalam hal ini Dinas Perkebunan, sehingga keberadaan perusahaan tersebut masih belum memenuhi syarat sebagai pengolola perkebunan tersebut, karena belum memiliki Izin Usaha Perkebunan Budi Daya (IUPB) sesuai dengan aturan mereka sudah melanggar Ketentuan UU Nomor 39 Tahun 2014 Tentang Perkebunan, demikian ujarnya.

Dalam Acara Pertemuan tersebut Dengan Eks karyawan PT.Dwi Kencana Semesta Amiruddin selaku Ketua Komisi B mewakili Komisi D serta Rakyat Aceh Timur meminta kepada Depnaker Aceh Timur untuk dapat menuntaskan persoalan Kisruh Gaji Eks karyawan PT. Dwi kencana Semesta dan dihadapan para karyawan yang hadir di ruangan tersebut Amiruddin juga meminta kepada Dinas Perkebunan dan peternakan Aceh Timur untuk dapat memberikan sangsi kepada Perusahaan yang tidak memiliki izin resmi yang beroperasi diwilayah Aceh timur untuk ditindak sesuai dengan Aturan UU Perkebunan, demikian harapannya. (Hasbi Abubakar/iqbal)