35419 KALI DIBACA

Tutupi Lubang Jalan Rusak, Warga Meurandeh Gunakan Karung Pasir

Tutupi Lubang Jalan Rusak, Warga Meurandeh Gunakan Karung Pasir
Foto: Realitas/Syahrizal Dua siswa SMP tengah melintasi jalan rusak di Desa Meurandeh, Kecamatan Lembah Sabil, Kabupaten Abdya, Senin (8/10/2018)
example banner

Blangpidie | Realitas – Jalan lintas perdesaan antara Desa Meurandeh dengan Desa Tokoh II, Kecamatan Lembah Sabil, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) rusak parah dan penuh lubang berlumpur.

Dengan kondisi itu, warga yang sering menggunakan akses jalan ratusan meter itu terpaksa menutup lubang dengan karung goni berisi pasir.

Parman, warga desa setempat, Senin (8/10/2018) turut prihatin dengan kondisi jalan itu.

Untuk membuat agar akses jalan bisa dilalui, warga terpaksa menggunakan karung goni berisi pasir seadanya untuk menutup lubang jalan.

“Kalau tidak ditutup, maka kendaraan tidak bisa melintas.

Dengan menggunakan karung pasir itu, roda dua maupun roda empat bisa melintas meski dengan hati-hati,” ungkapnya.

Selaku warga yang sudah lama berdomisili di Desa Meurandeh, Parman mengaku sudah berulang kali mengusulkan jalan itu agar bisa segera diperbaiki.

Terutama saat berlansungnya Musyawarah Desa (Musrendes) yang dituju ke Kecamatan hingga ke Kabupaten.

Sebelumnya, lanjut Parman, jalan tersebut sudah pernah dilakukan peningkatan dengan Aspal Goreng (Lapen).

Seiring dengan usianya, jalan semakin parah ditambah dengan kerap digunakan lintasan truk pengangkut pasir.

“Dengan kualitas aspal goreng, tentunya tidak akan sanggup menahan beban berat sebuah truk pasir yang sering melintas.

Apalagi pada tahun lalu, jalan ini juga pernah dilindas truk pengangkut batu gajah untuk membuat tanggul pengaman tebing sungai.

Jadinya semakin parah hingga sekarang ini,” sebutnya.

Untuk itu, Parman berharap instansi terkait bisa lansung meninjau lokasi jalan yang sudah tidak layak dilalui itu.

“Semoga saja dalam beberapa tahun kedepan, jalan ini akan berubah dengan yang lebih baik,” demikian ujarnya.

Hal senada juga dikatakan Khairon. Dimana, jalan tersebut sering dilintasi warga untuk beraktifitas.

Terutama bagi sebahagian warga Desa Tokoh II yang hendak menuju pusat kota perbelanjaan.

Disamping itu, jalan tersebut merupakan akses satu-satunya untuk angkutan hasil panen, baik berupa Padi, Semangka, Kacang dan Jagung serta hasil pertanian lainnya.

“Tidak ada akses lain yang digunakan para petani selain jalan ini.

Dengan adanya jalan ini, petani tidak kesulitan lagi untuk mengangkut hasil panen,” terangnya.

Sebelumnya, para petani yang memiliki lahan dilokasi ini harus menggunakan jasa tenaga manusia untuk mengangkut hasil panen.

Medan yang dilalui cukup berat, mulai dari semak belukar hingga harus menyebrangi sungai.

“Dengan adanya jalan itu, warga tidak payah lagi.

Karena kendaraan sudah bisa melintas, tapi sekarang jalan itu rusak dan butuh perbaikan,” tandasnya.

Hingga saat ini, belum ada tindak lanjut yang dilakukan pemerintah untuk perbaikan jalan tersebut.

Padahal, warga sangat berahap kalau jalan dengan panjang ratusan meter itu bisa segera ditanggulangi.

“Ini adalah harapan kami kedepan, semoga permintaan kami ini bisa dipenuhi hendaknya,” tambah Khairon singkat. (Syahrizal)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS