32319 KALI DIBACA

Sofyan Geusyik Medang Ghon Bantah Adanya Pengutipan Biaya Pembuatan Sertifikat.

Sofyan Geusyik Medang Ghon Bantah Adanya Pengutipan Biaya Pembuatan Sertifikat.
example banner

Calang I Realitas – Sofyan Geusyik Medang Ghon Kecamatan Indrajaya Kabupaten Aceh Jaya Provinsi Aceh, bantah dirinya melakukan pengutipan biaya sertifikat Prona.

Polimik muncul adanya pengutipan uang terhadap sertifikat Prona yang diduga dilakukan oleh Oknum Geusyik Medang Ghon dalam kepengurusan sertifikat tersebut, mendapat bantahan tegas dari Sofyan, dirinya tidak melakukan pengutipan, ujarnya kepada media ini Sabtu (6/10/2018).

Menurut Sofyan, dia hanya sebagai penyambung tangan masyarakat dalam mengurus segala administrasi yang berkaitan dengan sertifikat Prona bantuan pusat melalui Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Aceh Jaya Provinsi Aceh.

Sofyan sangat menyayangkan terkait adanya berita yang menunjukkan adanya tuduhan melakukan pengutipan dana sebesar Rp.200.000, ini sangat keliru sekali ujarnya.

Berita yang dilansirkan disalah satu media online menunjukkan bahwa ada tuduhan pengutipan uang sebesar Rp 200 ribu rupiah untuk sertifikat Prona, itu sebenarnya sudah dalam kesepakatan musyawarah bersama warga di Gampong dan pemilik tanah di Gampong Meudang Ghon,” tegas Sofyan.

Lebih lanjut Sofyan memaparkan dana besaran Rp.200.ribu rupiah itu sudah terlebih dahulu dimusyawarahkan bersama masyarakat di Gampong, ujarnya lagi.

Dana itu khusus soal Sertifikat Gampong Meudang Ghon tahun 2013 dengan jumlah 125 sertifikat, jelasnya.

Soal yang lainnya saya tidak ada urusan dan tidak mencampuri, siapa yang lakukan pun saya tidak tahu apalagi adanya soal sertifikat di tahun 2015 ada dikutip uang, karena saya tidak melakukannya, ujarnya lagi.

Selain itu, Sofyan juga menegaskan terkait dengan kepengurusan sertifikat tersebut memang gratis, namun terkait dengan kelengkapan administrasi harus mengeluarkan biaya (anggaran), seperti biaya perjalanan mengantarkan semua dokumen, foto copy, materai, dan juga seperti Materi kebutuhan administrasi lainnya, ini sudah kita sepakati sebelumnya, sebutnya lagi.

“Dalam perjalanan pengurusan sertifikat Prona memang gratis tetapi untuk kelengkapan administrasi tidak gratis seperti surat menyurat, foto copy, materi, untuk kelengkapan itu harus di berikan oleh warga yang ikut sertakan pengurusan sertifikat, kata Sofyan.

Sofyan, lagi mengingat warga tidak mempunyai biaya maka dalam kesempatan rapat menggunakan uang kas Gampong berapa habis nanti masyarakat membayar kembali, sebut Sofyan lagi.

“Nanti dibayar kembali oleh warga.

Saran saya selaku Keuchik Gampong kami berharap kepada pemerintah Kabupaten Aceh Jaya lebih jernih melihat ada apa dibalik persoalan di Kecamatan Indra Jaya, sehingga menjadi Polimik ada tidak harus dimunculkan dengan masalah yang tidak jelas harap Geusyik Medang Ghon.

Disisi lain, menurut Keusyik Medang Ghon ada permasalahan lain yang sangat penting harus diselesaikan oleh pemerintah Kabupaten Aceh Jaya, persualannya merupakan masalah tapal batas.

“Soal tapal batas antara Gampong Meudang Ghon dengan Gampong Kareung Ateuh sampai saat ini belum kunjung tuntas, serta ancaman demi ancaman saya terima setiap saat,” keluh dia.

Ia juga menyarankan kepada Bupati Aceh Jaya agar bukan soal pungutan sertifikat saja yang dipersoalkan.

Sofyan menyebutkan sangatlah kecil ada masalah hal dibalik sertifikat ini yaitu soal tapal batas desa yang menjadi kekisruhan dua Gampong yaitu Gampong Meudang Ghon dan Kareung Ateuh, tutup Sofyan.

( H A Muthallib )

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS