163619 KALI DIBACA

Puluhan Alumni Akbid Alas Medical Agara Terancam Gagal Ikuti CPNS 2018

Puluhan Alumni Akbid Alas Medical Agara Terancam Gagal Ikuti CPNS 2018
example banner

Kutacane | Realitas – Puluhan alumni Akbid Alas Medical Kabupaten Aceh Tenggara terancam gagal jadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), hal itu dikarena yayasan Alas Medical Kutacane tak memiliki Akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (Ban-PT), sehingga ratusan alumni Alas Medical Kutacane yang beralamat di jalan Kutacane Gayo Lues ditolak oleh Badan Kepegawaian Agara, hal itu disebabkan setelah pihak BKD Aceh Tenggara berkonsultasi dengan pihak Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Pusat Jakarta.

Sesusai yang disebutkan oleh Kepala BKD Aceh Tenggara, Masudin, kepada Media Realitas pada Selasa (23/10/2018), berdasarkan hasil konfirmasi saya kepihak BKN Jakarta, bahwa setiap Perguruan Tinggi yang tidak ter Akreditasi maka pihak BKN menolak peserta untuk ikut tes CPNS untuk tahun 2018 ini.

Dijelaskanya, karena mereka dianggap tidak memenuhi syarat, sedangkan salah satu syarat untuk mengikuti CPNS harus ada Akreditasi dari Ban PT sekalipun akreditasinya C, namun kita pihak BKSDM Agara sudah membuat keputusan baru, singkatnya.

Hal itu kini sudah menjadi perbincangan hangat dibanyak kalangan, ditempat terpisah Kasirin Sekedang ketua lembaga swadaya masyarakat Solidaritas Rakyat Demokrasi Keadilan (SRDK) Kabupaten Aceh Tenggara sangat menyanyangkan kejadian ini terkait gagalnya puluhan alumni dari Yayasan Akbid Medica Leuser Kutacane yang tidak bisa ikut ujian CPNS Tahun 2018.

Ditegaskannya, kita minta kepada pihak Menteri Pendidikan RI dan Kopertis Wilayah Aceh untuk mencabut izin oprasional Akbid Alas Medical itu, karena dalam hal ini alumni dan orang tua sudah dirugikan oleh pihak Yayasan, kendatipun ijazah mereka sah dan jelas tapi tidak bisa mendaftar untuk ikut ujian CPNS tandasnya.

Sementara itu Direktur Yayasan Akbid Alas Medical Taupik Hidayat, saat dikonfirmasi media pada Selasa (23/10/2018) mengatakan, hingga saat ini kita tetap merujuk kepada Permendikti No 32 Tahun 2016 Tentang Akreditasi dan Pasal 52, ayat 1,2,3,4 dan 5 singkatnya. (sumardi)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS