40219 KALI DIBACA

Perbaikan 4 Unit Jembatan Rusak Di Abdya Jadi Prioritas 2019

Perbaikan 4 Unit Jembatan Rusak Di Abdya Jadi Prioritas 2019
Foto: Realitas/Syahrizal Meski masih berdiri kokoh, Jambatan Penghubung di Padang Kawa, Kecamatan Tangan-Tangan akan dibongkar dan dibangun baru karena sudah rendah dengan arus sungai hingga kerap menciptakan banjir luapan. Foto direkam, Sabtu (6/10/2018)
example banner

Blangpidie | Realitas – Sebanyak empat unit Jembatan Penghubung di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) akan diperbaiki pada tahun 2019 mendatang.

Bahkan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat sudah memprioritaskan dalam anggaran tahun depan.

Kepala Dinas PUPR Abdya, Ir Moch Tavip MM, Sabtu (6/10/2018) membenarkan, kalau tahun 2019 mendatang akan membangun empat jembatan yang menjadi prioritas utama.

Diantaranya, Jembatan Penghubung antara Desa Sejahtera, Kecamatan Manggeng dan Desa Alue Rambot, Kecamatan Lembah Sabil, Kabupaten Abdya.

Jembatan tersebut akan dibangun menggunakan rangka baja sepanjang 40 meter dengan total anggaran Rp.6 miliar sumber Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2019.

“Jembatan itu sudah selayaknya dibangun kembali dengan menggunakan rangka baja, karena sudah sangat parah,” ungkap Moch Tavip.

Pasca dihantam arus sungai (Krueng) Manggeng beberapa waktu lalu, jembatan beton yang sudah termakan usia itu, mengalami amblas dan patah melengkung sehingga tidak bisa dilalui kendaraan roda empat.

“Bappenas sudah merilis jembatan itu masuk urutan tiga.

Kalau tidak ada halangan, Februari 2019 mendatang sudah ditender bersama tiga jembatan lainnya,” kata Moch Tavip disela mengunjungi satu persatu jembatan yang akan dibangun tersebut.

Dengan sumber DAK juga, Dinas PUPR akan membangun jembatan penghubung di Desa Padang Kawa, Kecamatan Tangan-Tangan menggunakan Gelder (gelagar baja) lebih kurang 20 meter dengan menelan anggaran sebesar Rp.2 miliar.

Menurut Moch Tavip, jembatan Padang Kawa harus dibongkar karena sudah tidak layak. Dimana, kondisi jembatan sudah rendah dengan pemukaan air.

Sampah dan kayu yang terbawa arus Krueng Tangan-Tangan kerap tersangkut dibawah jembatan.

“Gara-gara banyak sampah yang tersangkut, maka air dalam sungai meluap kedaratan hingga menciptakan banjir,” sebutnya.

Selain itu, Jembatan Ie Mameh, Kecamatan Kuala Batee yang amblas beberapa waktu lalu juga akan dibangun menggunakan Gelder dengan anggaran pendapatan belanja Kabupaten (APBK) tahun 2019 sebesar Rp.1,8 miliar.

Kemudian jembatan Cot Mancang, Kecamatan Blangpidie yang saat ini masih tertangani secara darurat, juga akan menjadi prioritas tahun 2019.

Besar anggaran senilai Rp.1 miliar.

“Rata-rata jembatan di Abdya rusak akibat dihantam arus air, ketika hujan lebat mengguyur lokasi setempat.

Faktor usia juga menjadikan pemicu jembatan rusak parah,” tuturnya.

Terakhir Moch Tavip menjelaskan, kalau usulan untuk keempat jembatan tersebut bukan karena rusak akibat bencana banjir luapan beberapa waktu lalu.

Akan tetapi, jauh sebelumnya, jembatan-jembatan itu memang sudah masuk dalam tahap perencanaan.

“Memang sudah sepatutnya dibangun, bukan karena terjadi bencana atau rusak.

Bahkan kita sudah jauh hari melakukan perencanaan,” demikian paparnya. (Syahrizal)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS