77419 KALI DIBACA

Pengadaan Mobil Mewah Yang Bupati Rindukan Akhirnya Di Coret

Pengadaan Mobil Mewah Yang Bupati Rindukan Akhirnya Di Coret
example banner

Bireuen | Realitas – Terkait mahasiswa yang tergabung bersama Aliansi mahasiswa, yang sempat mendatangi Gedung Dewan Perwakilan Kabupaten Bireuen dan Kantor Bupati pada beberapa waktu lalu.

Kedatangan mereka menuntut terkait pengesahan Anggaran perubahan APBK-P tahun 2018 yang di kabarkan Bupati Bireuen Merindukan mobil terbaru Jenis Toyota Land Cruiser Prado Terbaru.

Namun perjuangan mahasiswa itu, membuat Pengadaan Mobil mewah Toyota Land Cruiser Prado senilai Rp 1,9 miliar untuk Bupati Bireuen yang di alokasi dari anggaran Perubahan DPRK Bireuen tahun 2018, berakhir sudah dengan dicoretnya pengadaan mobil tersebut.

Anggota tim Banggar DPRK Bireuen Zulfikar Apayub kepada Media ini, Selasa (30/10/2018), membenarkan jika pengadaan mobil tersebut, harus dicoret menyusul evaluasi pihak Provinsi Aceh.

Anggaran pembelian mobil tersebut dialihkan untuk belanja tidak terduga.

“Saya menghargai Pemkab Bireuen maupun anggota DPRK Bireuen yang beritikat baik menerima dengan ikhlas hati dengan hasil evaluasi pihak provinsi Aceh, ditiadakan pengadaan mobil Toyota Land Cruiser Prado, senilai Rp 1,9 Milyar,” tandas politisi Partai Demokrat Bireuen itu.

Berdasarkan keterangan yang dipoeroleh Media ini, dengan adanya hasil evaluasi itu, hendaknya menjadi pembelajaran bagi pihak Eksekutif dan Legislatif dalam mengajukan anggaran ke depan.

Khususnya anggaran yang diajukan harus menyentuh kepentingan rakyat sesuai visi misi yang didambanya, seperti yang pernah dilontarkan sewaktu menjadi calon Bupati-Wakil Bupati Bireuen.

”Rakyat Bireuen tetap menuntut, seperti apa yang pernah dijanjikan Bupati-Wakil Bupati Bireuen,” papar tokoh Bireuen.

Seperti dilansir media ini, Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Bireuen melakukan unjuk rasa ke DPRK Bireuen Dan Kantor Pusat Pemerintah Kabupaten Bireuen, terkait pengadaan mobil mewah Bupati Bireuen seharga Rp 1,9 milyar.

Menyangkut petisi yang diusung ke DPRK Bireuen maupun Pemkab Bireuen, mengupas habis sejumlah tuntutannya untuk ditindaklanjuti pihak Eksekutif, dan Legislatif, yang antara lain menyangkut desakan agar kedua lembaga tersebut agar tidak menerima mobil seharga Rp 1,9 miliar yang telah diplotkan dalam APBK-P 2018.

Jika petisi sebut Iskandar selaku Korlap AMMB tidak dilanjuti, maka pihak Eksekutif dan Legistatif, akan turun kembali ke jalan melakukan aksi serupa yang akan terus memperjuangkan aspirasi masyarakat Bireuen dengan massa yang lebih banyak lagi. (M.Reza)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS