29619 KALI DIBACA

Monitoring GMHP, KIP Abdya Ambil Sampel Beberapa Desa

Monitoring GMHP, KIP Abdya Ambil Sampel Beberapa Desa
foto:Realitas/Syahrizal Komisioner KIP Abdya, Komisioner KIP Aceh bersama unsur terkait lainnya melakukan monitoring GMHP ke tiga DP dalam wilayah kabupaten setempat, Rabu (17/10/2018).
example banner

Blangpidie | Realitas – Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Rabu (17/10/2018) melakukan monitoring Gerakan Melindungi Hak Pilih (GMHP) ke tiga daerah pemilihan (Dapil) dalam Kabupaten setempat.

Monitoring GMHP yang dilaksanakan secara serentak di seluruh kabupaten/kota Provinsi Aceh itu turut didampingi Komisioner KIP Aceh, Akmal Afzal, Asisten Pemerintahan Setdakab Abdya, Amrizal, Ketua KIP Abdya Sanusi, Panwaslu Abdya, Kesbangpol dan Linmas Abdya, pengurus partai politik baik nasional maupun lokal, kepolisian, Satpol PP hingga unsur terkait lainnya.

Ketua KIP Abdya, Sanusi mengatakan, kegiatan monitoring GMHP tersebut dilakukan secara serentak di seluruh wilayah Aceh termasuk di Abdya.

Kegiatan dimaksud dilakukan dalam waktu yang bersamaan dengan membagi tiga rombongan monitoring, Dapil I dengan titik monitoring mengambil sampel di Desa Alue Sungai Pinang, Kecamatan Jeumpa, Desa Palak Hulu, Kecamatan Susoh dan Desa Meudang Ara, Kecamatan Blangpidie.

Untuk rombongan dua menuju Dapil II dengan titik lokasi Desa Pisang, Kecamatan Setia, Desa Kuta Bak Drieng, Kecamatan Tangan-Tangan, Desa Ujong Padang, Kecamatan Manggeng dan Desa Cot Bak U, Kecamatan Lembah Sabil.

Sedangkan untuk rombongan tiga menuju Dapil III mengambil sampel di Desa Krueng Panto, Kecamatan Kuala Batee dan Ie Mirah, Kecamatan Babahrot.

“Ketiga rombongan yang telah dibagi akan bergerak dalam waktu yang bersamaan langsung menuju lokasi masing-masing.

Setiap rombongan akan ada unsur terkait seperti komisioner KIP Abdya, dari pemerintahan, Panwaslu, pengurus partai, Kesbangpol dan Linmas, Kepolisian serta pihak terkait lainnya,” ujarnya.

Menurutnya, GMHP merupakan wujud nyata KIP untuk memperoleh data yang valid dengan tujuan agar pesta demokrasi ini berjalan dengan baik.

Dengan melindungi hak pemilih, sistem demokrasi tentu akan berjalan lebih baik.

Kehadiran GMHP ini penting untuk menghindari kecurangan-kecurangan data pemilih sehingga pesta demokrasi berjalan dengan fair sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“GMHP bertujuan mengajak masyarakat menyukseskan Pemilu 2019 agar terwujudnya Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang akurat menyeluruh dan mutakhir,” paparnya.

Dia juga berharap agar partisipasi masyarakat Abdya pada Pemilu 2019 lebih meningkat dari sebelumnya sehingga pesta demokrasi lebih berkualitas serta dapat melahirkan wakil rakyat serta pemimpin yang amanah.

Data yang diterima wartawan, KIP Abdya secara resmi telah menetapkan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 96.902 orang untuk Pemilu 2019.

Dalam DPT itu, jumlah pemilih perempuan mencapai 49.086 orang dan pemilih laki-laki sebanyak 47.816 orang.

Dari sembilan Kecamatan, jumlah pemilih terbanyak yaitu Kecamatan Susoh dengan pemilih 15.706 orang, diikuti Blangpidie sebanyak 14.674 orang dan pemilih paling sedikit yaitu Kecamatan Setia dengan jumlah 5.747 orang.

Penetapan pemilih tetap itu dilakukan dalam rapat pleno rekapitulasi pada akhir Agustus lalu. (Syahrizal)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS