62419 KALI DIBACA

Limbah PKS PT. Socfindo Lae Butar Cemari DAS Walhi Minta Pemerintah Proses Hukum

Limbah PKS PT. Socfindo Lae Butar Cemari DAS Walhi Minta Pemerintah Proses Hukum
example banner

Aceh Singkil I Realitas – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Aceh meminta Pemeritah Kab. Aceh Singkil bersikap tegas dan meminta pertanggung jawaban hukum atas pencemaran Daerah Aliran Sungai (DAS) Lae Cinendang dari limbah Pabrik PKS Perkebunan Socfindo Lae Butar Aceh Singkil.

Selain itu, perusahaan juga harus memperbaiki lingkungan yang rusak akibat limbah yang mencemari sungai Lae Cinendang Kabupaten Aceh Singkil, termasuk, menghitung kerugian ekonomi masyarakat yang ditimbulkan.

Demikian yang disampaikan Kadiv Advokasi Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) M Nasir kepada awak media, dari Handphone nya, menanggapai persoalan pencemaran limbah PKS PT Socfindo Kebun Lae Butar, Kamis (4/10/2018).

Ditegaskannya, pencemaran limbah merupakan bagian dari pidana lingkungan.

Sehingga untuk penanganan proses hukumnya, selain pengambilan sampel air, Pemkab Aceh Singkil juga harus melakukan evaluasi dokumen lingkungan untuk melihat upaya penanganan limbah yang dihadapkan pada prosedural pengelolaan limbah sesuai dengan ketentuan hukum.

Baik secara infrastruktur kolam, teknologi yang digunakan, serta kelengkapan perizinan yang harus dilengkapi.

Kemudian, selain melakukan evaluasi izin, Pemerintah setempat juga harus melakukan perhitungan kerugian lingkungan yang diakibatkan oleh pencemaran limbah tersebut.

Jika pencemaran lingkungan tersebut terjadi karena perusahaan lalai sehingga mengakibatkan dilampauinya baku mutu udara ambien, baku mutu air, baku mutu air laut, atau kriteria baku mutu kerusakan lingkungan hidup, yang dapat mengakibatkan orang mati.

Sehingga pelaku dapat dijerat dan dipidana penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 9 tahun dan denda paling sedikit 3 milyar dan paling banyak 9 milyar.

Ketentuan UU Nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Sementara, dalam aspek perizinan dapat dilakukan pencabutan izin perusahaan, kemudian hasil hitungan kerugian lingkungan bagian dari denda yang harus dibayarkan perusahaan.

Sebelumnya, kolam penampung limbah perusahaan yang dikontrakkan di lahan masyarakat Desa Rimo mengalami longsor dan jebol pada tanggul.

Akibatnya limbah pabrik Pengolahan Kelapa Sawit (PKS) perusahaan PT Socfindo tersebut mencemari Sungai Lae Cinendang.

Akibat pencemaran tersebut, Daerah Aliran sungai terlihat berwarna hitam pekat, berbuih dan bau.

Masyarakat yang berada di bantaran sungai juga takut memanfaatkan sungai tersebut yang selama ini sebagai penghidupan mereka disana.

Plt Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Aceh Singkil, Nazri, SE. Kepada awak media mebenar.

“Ya benar, tadi ada yang laporan kepada kami.

Tim sudah turun ke lapangan untuk mengambil samplenya dan langsung dibawa ke Medan untuk cek ke laboratorium,” katanya Nazri, Selasa (2/10/2018).

Kata dia, pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium untuk mengetahui tercemar atau tidaknya sungai Cinendang.

“Kita berharap hasil ini secepatnya keluar sehingga bisa mengetahui tercemar atau tidak,” kata Nazri.(Rostani).

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS