38019 KALI DIBACA

Kisruh Seleksi KIP:LSM Ancam Demo Aksi Damai Ke Gedung DPRK Aceh Selatan

Kisruh Seleksi KIP:LSM Ancam Demo Aksi Damai Ke Gedung DPRK Aceh Selatan
example banner

Tapaktuan I Realitas – Dipicu dengan kekisruhan persoalan Panitia Seleksi (Pansel) penjaringan calon anggota KIP Aceh Selatan periode 2018-2023 mengundang perhatian banyak pihak pada daerah lintasan sona pertanian tersebut..

Terkait dengan iti sehingga sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Aceh Selatan, terpancing dengan kejadian tersebut dan mengancam akan melakukan oksi demo damai di Gedung DPRK Aceh Selatan.

Koordinator LSM Lembaga Independen Bersih Aceh Selatan (LIBAS) May Fendri, menyatakan aksi demo karena aspirasi masyarakat tidak disahuti oleh sebagian anggota Badan Musyawarah (Bamus) yang enggan menghadiri rapat.

“Sebagai LSM, kita berkewajiban menggelar aksi damai untuk menuntut aspirasi masyarakat yang menginginkan kejelasan tentang penjaringan calon anggota KIP oleh Pansel itu diselesaikan dengan bijaksana,” kata May Fendri kepada awak Media di Tapaktuan, Sabtu (27/10/2018).

May Fendri menyebutkan, pernyataannya itu ditujukan terhadap oknum anggota dewan yang tidak disiplin dalam bekerja.

Karena sudah dua kali agenda rapat tidak hadir di gedung dewan.

Dalam hal itu, ada apa sebalik itu, kalau ngak sanggub jadi anggota dewan, saudara mundur saja, tapi oknum-oknum dewan terhormat itu malah mau naik lagi calon anggota dewan yang kedua kalinya.

Ia mengharapkan kepada masyarakat Aceh Selatan, mental-mental “tempe” jangan dipilih lagi sebagi anggota dewan, paparnya.

“Jika hari Senin, 29 Oktober 2018 mendatang, juga tidak selesai persoalan ini maka LSM LIBAS akan mengadakan aksi demo damai di gedung dewan,” sebutnya.

Disisi lain, dia mendesak Ketua DPRK Teuku Zulhelmi agar segera mengevaluasi kinerja Pansel.

Jika perlu membatalkan tahapan seleksi calon anggota KIP.

“Sebab proses penjaringan calon anggota KIP diduga ada permainan dan kecurangan yang dilakukan oleh Pansel,” ungkapnya.

Bila ini kejadian, dikuwatirkan akan berdampak buruk bagi lembaga DPRK Aceh Selatan di mata masyarakat.

Soalnya, enggannya sebagian anggota Bamus menghadiri rapat telah menjadi sorotan masyarakat yang menginginkan kejelasan permasalahan itu.

“Karena sesama anggota Bamus saja tidak kompak menanggapi persoalan Pansel konon lagi permasalahan hajat hidup orang banyak,” cetusnya.

Menurutnya, desakkan masyarakat yang menginginkan pembatalan tahapan agar untuk lima orang komisioner KIP supaya dapat untuk melakukan penunjukkan lansung oleh ketua dewan atau dari perwakilan masing-masing, sehingga tidak menimbulkan berbagai kecurigaan yang sedang gencar-gencarnya dihembuskan oleh media, baik media cetak maupun media ON Line, akhirnya.(Mr.Zulmas)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS