49819 KALI DIBACA

Kejari Abdya Tangani Puluhan Kasus, Narkoba Teratas 44 Kasus

Kejari Abdya Tangani Puluhan Kasus, Narkoba Teratas 44 Kasus
Foto: Kajari Abdya, Abdur Kadir SH MH
example banner

Blangpidie | Realitas – Kejaksaan Negeri Aceh Barat Daya (Kejari Abdya) mengumumkan sejumlah kasus yang telah ditangani pihaknya hingga bulan Oktober 2018.

Jumlah tersebut jauh lebih banyak jika dibandingkan pada tahun sebelumnya yang hanya mencapai antara 30-40 kasus.

Sementara tahun ini mencapai 92 kasus bahkan bisa lebih.

Hal itu disampaikan, Kepala Kejari Abdya, Abdur Kadir SH MH, Senin (29/10/2018) dalam acara Perpisahan dengan Kapolres Abdya, AKBP Andy Hermawan SIK MSc yang sudah pindah tugas ke Kota Langsa juga dengan jabatan yang sama sebagai Kapolres.

Kata Kajari Abdur Kadir, jumlah kasus yang paling banyak dan sudah masuk tahap Surat Pemberitahuan Dimulai Penyidikan (SPDP) adalah Narkoba sebanyak 44 kasus.

“Jumlah tersebut tidak terlepas dari upaya Tim Opsnal Satuan Reserse Narkoba dalam memberantas peredaran barang haram itu di wilayah hukum Mapolres Abdya,” ungkapnya.

Selanjutnya kasus pelanggaran Qanun sebanyak 13 SPDP, Pencurian 8 Kasus, Penganiayaan 7 kasus, Lakalantas 6 kasus, kekerasan terhadap anak dibawah umur 3 kasus.

Selanjutnya, Penadahan, Pencemaran Nama Baik lewat medsos dan Tepiring masing-masing 2 kasus.

Sedangkan, Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), Ilegal Loging, Lingkungan Hidup, Migas, Persetubuhan anak dibawah umur dan Asusila masing-masing 1 (satu) kasus.

Baru sampai bulan Oktober saja sudah 92 kasus yang kita tangani.

Bisa saja hingga penghujung tahun nanti akan bertambah kasus baru lagi bahkan melebihi target kita, sebutnya.

Dalam beberapa kasus tersebut, lanjut Kajari Abdur Kadir.

Ada dua kasus yang menjadi topik hangat di masyarakat hingga ke level nasional, yakni kasus Pembunuhan tiga warga Abdya.

Dimana, Edy Syahputra sebagai pelaku divonis hukuman mati oleh pengadilan.

Kemudian kasus Sodomi yang korbannya merupakan anak-anak dibawah umur.

Pelakunya Merah Ahmad yang bekerja sebagai Sekdes mendapatkan hukuman badan.

“Semua itu tidak terlepas dari usaha dan upaya kita bersama untuk membuat pelaku sodomi di hukum badan bukan dengan cambuk,” ujarnya.

Disamping puluhan kasus pidana umum itu, pihaknya juga sedang melakukan penyidikan terhadap sejumlah kasus korupsi di Abdya.

Salah satunya pengadaan sarana sekolah (e-Learning) yang masih menunggu hasil Audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Aceh.

“Setelah hasil itu turun, baru akan ditetapkan tersangkanya termasuk beberapa perkara korupsi lainnya di Abdya,” demikian Kajari Abdur. (Syahrizal)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS