65419 KALI DIBACA

Dialih Kelokasi Lain, Proyek Jembatan Mancang Riek Abdya Gagal Tender

Dialih Kelokasi Lain, Proyek Jembatan Mancang Riek Abdya Gagal Tender
Foto: Realitas/Syahrizal Bekas tiang pancang untuk kelanjutan pembangunan Jembatan Mancang Riek, Desa Ujung Tanah, Kecamatan Setia, Abdya terlihat sudah tertutup tanah dan lumpur, Kamis (25/10/2018)
example banner

Blangpidie | Realitas – Pembangunan badan Jembatan Mancang Riek di Desa Ujung Tanah, Kecamatan Setia, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), dilaporkan gagal tender.

Padahal, anggaran untuk proyek itu sebesar Rp 9,6 miliar, sudah masuk ke dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Aceh.

Informasi yang dihimpun wartawan, Kamis (25/10/2018) menyatakan, jembatan Mancang Riek, dikerjakan hanya sebatas abuetment (kepala jembatan) saja.

Selanjutnya jembatan itu terlantar begitu saja tanpa pengerjaan lanjutan.

Hingga beberapa tahun terbengkalai tanpa badan, akhirnya jembatan itu kembali diusulkan Pemkab Abdya, melalui Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA).

Usulan tersebut tertampung dalam DOKA Kabupaten Abdya tahun 2018, sebesar Rp 9,6 miliar.

Anggaran itu juga sudah masuk ke dalam DPA Dinas PUPR Provinsi Aceh.

Bahkan rombongan Unit Pelaksana Tekhnis Daerah (UPTD) Bina Marga Wilayah IV Aceh Barat sudah turun ke lokasi, untuk kajian teknis.

Mengenai hal itu, Kepala UPTD Bina Marga Wilayah IV Aceh Barat Ardiansyah, yang dihubungi wartawan secara terpisah, membenarkan bahwa pihaknya sudah turun ke lokasi.

Dalam DPA Dinas PUPR Provinsi Aceh anggaran yang tertampung mencapai Rp 9,6 miliar.

“Namun, paket itu gagal ditender, karena Pemkab Abdya mengusulkan pengalihan lokasi.

Makanya tidak bisa dilelang, harus menunggu revisi pengalihan dulu,” katanya.

Jika harus dialihkan, lanjut Ardiansyah, harus direvisi dulu berdasarkan persetujuan dan kesepakatan antara Pemkab Abdya dengan pemerintah Provinsi Aceh.

“Jembatan itu tidak dikerjakan dalam tahun ini.

Uang yang sudah masuk ke DPA, akan jadi Silpa.

Soal mengapa dialihkan, baiknya tanyakan kepada Bappeda Abdya ya, karena itu bukan ranah kami,” demikian elaknya saat menjawab konfirmasi wartawan.

Sementara itu, Kabid Perencanaan Pembangunan Sarana dan Prasarana (PP Sarpras) pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Abdya, Zedi Saputra ST, kepada wartawan menyebutkan, usulan pengalihan lokasi itu dari jembatan Mancang Riek ke jembatan Krueng Teukuh, Kecamatan Kuala Batee.

Dimana, pembangunan jembatan Krueng Teukuh dipandang sangat mendesak dan merupakan usulan prioritas bila dibandingkan Mancang Riek.

“Untuk pembangunan jembatan ini, kita kedepankan yang prioritas dulu,” sebut Zedi.

Kata Zedi, usulan pengalihan lokasi sudah direvisi dan sudah disepakati bersama, dengan Provinsi Aceh.

“Insya Allah tahun 2019 akan dianggarkan kembali pembangunan jembatan Krueng Teukuh melaui DOKA dengan anggaran sekitar Rp.10 miliar.

Sementara jembatan Mancang Riek tetap diusulkan, namun tidak menjadi prioritas dalam tahun 2019,” demikian tutupnya. (Syahrizal)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS