41019 KALI DIBACA

Deklarasi Aksi Lawan Narkoba, Bireuen Yang Pertama Di Indonesia

Deklarasi Aksi Lawan Narkoba, Bireuen Yang Pertama Di Indonesia
example banner

Bireuen | Realitas – Kepala BNNP Aceh, Brigjen Pol Drs Faisal Abdu Naser, MH, pada acara Deklarasi Aksi Bireuen Melawan Narkoba di Aula Sekdakap Kabupaen Bireuen, Senin (16/10/2018) mengungkapkan, jika Kabupaten Bireuen merupakan yang pertama di Indonesia yang mensosialisaikan Inpres No 6 tahun 2018.

Kepala BNNP Aceh, Faisal Abdul Naser mengapresiasi Kabupaten Bireuen yang telah mensosialisasikan inpres no 6 tahun 2018, sedangkan di provinsi lainnya di Indonesia belum melakukannya, bukan maksud mengecilkan institusinya.

“Jika BNN sendiri belum mensosialisasikannya,” ujar kepala BNNP Aceh yang serta merta mendapat aplaus dari anggota Satgas anti Narkoba yang memenuhi Aula Setdakab lama Bireuen.

Dikatakan jika dirinya baru pulang dari beberapa negara khususnya eropa, yang beberapa negara pernah dikunjunginya.

Ia mengungkapkan, jika semua negara di dunia ini, takut sama Narkoba.

Kepala BNNP Aceh itu, mengaku pernah ketemun dengan seorang pengusaha besar yang sekarang menjadi menjadi duta besar, di satu negara Asia dan mendapat pengakuan, yang paling ditakutkan pegawainya terjerat narkoba, dibandingkan kejahatan lainnya jika dialami para pegawainya.

Ia bercerit pernh ketemu dengn temnnya yang juga putra Aceh yang kebetulan sama-sama sekolah di Medan dan dia berkerja sebagai tenaga ahli di Pemrimtah Singapura, jika sebenarnya Singapura itu paling takut sama Naroba.

“Jangankan takut sama narkoba, karena bisa menurunkan ekonomi bangsa,” papar eta BNNP Aceh itu.

Kepala BNNP Aceh itu, optimis jika narkoba bisa diberantas di derah ini, dengan melibatkan semua pihak untuk mendukungnya, seperti dengan melibatkan tokoh agama, tokoh adat, unsur forkopinda dan elemen masyarakat lainnya untuk nantinya meminta menjauhi serta memberantas narkoba, karena sasaranya generasi muda dan sesuai data cukup banyak warga Aceh tergantung narkoba.

Sebelumnya, Bupati Bieuen, H Saifannur, S.Sos, yang mendorong segenap komponen bangsa sekaligus membangun solidaritas dalam rangka mencegah dan memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika yang masih menadi ancaman manusia secara global.

Tindak kejahatan narkoba, sebut Bupati, adalah ancaman kemanusiaan yang harus diperangi bersama secara menyeluruh.

Artinya, tidak setengah-setengah, karena Narkoba bisa membinasakan manusia individu, keluarga, masyarakat, bahkan bangsa dan negara

Bupati Bireuen selaku pimpinan daerah sangat mendukung terselenggarnya acara Deklarasi aksi Bireuen lawan narkoba dan Sosiaissi Inpres nomor 6 tahun 2018 serta penandatanganan Bersama deklarasi lawan narkoba.

”Kegiatan Ini, salah satu cara untuk menghilangkan citra Aceh sebagai darurat narkoba.

Kita harus bersineri dengan melibatkan semua pihak, termasuk seluruh elemen masyaakat,” ajak Bupa Saifan.

Acara deklarasi itu, turut dihadiri, Sekretaris Daerah Kabupaten Bireuen, Unsur Forkopinda, para Kepala Dinas, para Camat, dan Satgas Anti Narkoba yang umumnya terdiri dari siswa-siswi SLTA.

Dalam kesempatan tersebut, juga turut dibagikan hadiah dan piala kepada pemenang aneka lomba yang digagas BNN Kabupaten Bireuen. (M.Reza)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS