22219 KALI DIBACA

Anggota Polisi Berhasil Diamankan Usai Pesta Sabu Di Blitar

Anggota Polisi Berhasil Diamankan Usai Pesta Sabu Di Blitar
ilustrasi
example banner

Blitar | Realitas – Seorang anggota polisi tertangkap karena mengonsumsi sabu di Kota Blitar.

Data pihak kepolisian mencatat, tersangka SKN (50) ini berpangkat Ipda dengan NRP 68060110. SKN saat ini menjabat sebagai Panit lantas Polsek Kertosono Polres Nganjuk.

Dari pesta sabu yang digelar di sebuah rumah di Kecamatan Sukorejo itu, polisi mengamankan barang bukti sabu seberat 6,55 gram.

Selain SKN, polisi juga mengamankan seorang teman wanita tersangka yang bernama RGB (48) yang juga warga Nganjuk.

Kabidhumas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung membenarkan penangkapan anggota Polres Nganjuk ini ini.

“Iya memang ada penangkapan itu.

Sudah lama, tanggal 15 September di rumah Jalan Kalimas Sukorejo Kota Blitar,” ungkap Barung dikonfirmasi melalui WhatsApp, Senin (8/10/2018).

Terungkapnya kasus ini, lanjut Barung, berawal saat tersangka SKN pergi ke Kota Blitar.

Yang dituju adalah rumah RGB di Sukorejo. Kedatangan tersangka ke rumah itu, awalnya ingin menagih uang untuk perbaikan mobil yang dirusakkan RGB.

“Ternyata ditempat itu RGB sedang berpesta sabu bersama dua temannya.

Yakni NN dan DN. Kemudian tersangka SKN ikut juga pesta sabu itu,” bebernya.

Barung menambahkan, usai pesta sabu RGB mengajak SKN menggadaikan BPKB sepeda motornya.

Uang hasil menggadaikan BPKB itulah yang rencananya akan diberikan kepada SKN untuk biaya perbaikan mobil.

“Tapi sesampai di Blitar, mereka ditangkap anggota Satresnarkoba Polres Blitar Kota.

Dan saat digeledah ditemukan barang bukti berupa sabu yang disimpan di dompet kaca mata milik RGB.

Selanjutnya kedua orang ini dibawa ke Polres Blitar Kota guna pemeriksaan lebih lanjut.

“Hasil tes urine, keduanya positif mengonsumsi sabu.

Kami kirim barang bukti ke labfor cabang Surabaya, selanjutnya kami juga koordinasi dengan JPU untuk menindak-lanjuti kasus ini,” tandasnya.

Hasil gelar perkara laporan polisi nomor : LP /56/IX/2018/SPK, Tgl 15 September 2018 menyatakan, untuk pelaku RGB sudah terpenuhi 2 alat bukti berupa 2 saksi dan barang bukti berupa sabu.

Sehingga sudah bisa untuk ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan dengan pasal 114, 127 UU no.35 tahun 2009.

“Begitu juga untuk SKN, juga sudah terpenuhi 2 alat bukti.

Yakni 2 saksi dan barang -bukti berupa sabu sehingga sudah bisa ditetapkan sebagai tersangka dengan pasal 132 jo 114 UU no.35 tahun 2009,” pungkasnya. (dc/iqbal)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS