44819 KALI DIBACA

2 Kantong Jenazah Korban Lion Air Kembali Dibawa Ke RS Polri

2 Kantong Jenazah Korban Lion Air Kembali Dibawa Ke RS Polri
example banner

Jakarta | Realitas – Dua kantong jenazah yang diduga berisikan korban jatuhnya Pesawat Lion Air JT 610 di perairan laut Karawang, Jawa Barat, tiba di Rumah Sakit (RS) Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (30/10/2018).

Berdasarkan pantauan Okezone di lokasi, dua kantong mayat tersebut tiba sekira pukul 16.17 WIB dengan dua mobil ambilans terpisah.

Setibanya di lokasi, dua kantong jenazah itu langsung dibawa ke dalam kamar mayat RS Polri.

Terpantau, kantong-kantong mayat itu tampak penuh dan tebal.

Namun, belum ada konfirmasi dari pihak terkait soal isi dari dua kantong jenazah tersebut.

Sampai saat ini RS Polri telah menerima sebanyak 26 kantong mayat yang diduga merupakan korban-korban dari insiden jatuhnya pesawat Lion Air.

Hingga kini, tim DVI Polri juga terus melakukan proses identifikasi terhadap korban-korban itu.

Kapusdokkes Polri Brigjen Arthur Tampi sebelumnya mengungkapkan, dari 24 kantong jenazah korban jatuhnya Pesawat Lion Air, yang dibawa ke RS Polri, tidak ada satupun jasad dalam keadaan utuh.

“Sampai sekarang kami telah menerima 24 kantong jenazah.

Kami harus karakan tentang ini bahwa yang kami terima itu body part, potongan-potongan tubuh.

Tidak ada satupun dari kantung jenazah itu yang kami terima dalam bentuk jenazah yang masih utuh,” papar Arthur di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (30/10/2018).

Arthur menjelaskan, dengan adanya hal tersebut, proses identifikasi korbn akan semakin sulit.

Mengingat, beberapa potongan tubuh korban harus di cek satu per satu.

“Kaitan dengan itu, maka kami akan melakukan proses identifikasi ini akan rumit dibanding dengan menemukan jenazah yang masih utuh atau relatif utuh,” tutur Arthur.

Sampai saat ini, Tim DVI Polri telah menerima laporan data Antemortem dari 185 keluarga korban jatuhnya Pesawat Lion Air JT 610 di perairan laut Karawang, Jawa Barat.

Sejauh ini, sudah 72 pihak keluarga yang melakukan tes DNA.

“Sampai saat ini yang kami terima data Antemortem itu sudah 185 dan yang kemudian yang kami ambil DNA-nya sekitar 72 dan masih berlangsung hingga saat ini,” tutup Arthur. (okezone/iqbal)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS