27019 KALI DIBACA

SBY Kritik Jokowi Di HUT Ke-17 Partai Demokrat

SBY Kritik Jokowi Di HUT Ke-17 Partai Demokrat
example banner

Jakarta I Realitas – SBY Kritik Jokowi Di HUT Ke-17 Partai Demokrat

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan pidato politiknya dalam rangka memperingati hari jadi Partai Demokrat yang ke-17.

Acara digelar di Jakarta Theater, Senin (17/9/2018) malam, dengan dihadiri oleh para anggota DPR, caleg DPR, Ketua DPD I dan para Kepala Daerah dari Partai Demokrat.

Pidato SBY selama 30 menit itu disiarkan secara langsung di salah satu stasiun televisi swasta.

Dalam pidatonya, Presiden keenam RI ini beberapa kali menyinggung soal klaim keberhasilan di 10 tahun era pemerintahannya dulu.

SBY pun beberapa kali mengkritik pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla saat ini.

Berikut kutipan pidato SBY saat mengkritik pemerintah yang telah dirangkum,”Program Pro Rakyat Dihilangkan Partai Demokrat memang sangat peduli dan mengutamakan taraf hidup rakyat yang tergolong miskin dan rentan miskin,mereka adalah yang disebut dengan “40 persen kalangan terbawah”, yang saat ini, di Indonesia jumlahnya mencapai sekitar 100 juta orang,”ujar SBY.

“Selama memimpin Indonesia, terus terang saya memiliki keberpihakan yang tinggi terhadap saudara-saudara kita yang hidupnya belum baik ini,ini tidak mengada-ada dan juga bukanlah sebuah pencitraan,bagi saya, menolong dan meningkatkan kualitas hidup golongan miskin dan kurang mampu adalah merupakan kewajiban moral,ekonomi pasar bebas dan kapitalisme sering tidak sensitif dan tidak peduli pada kemiskinan dan kesenjangan,justru, negara, pemerintah dan pemimpin harus hadir, peduli dan melakukan langkah-langkah serius untuk meningkatkan taraf hidup mereka,”tegasnya.

“Jika ada konflik penentuan prioritas dalam kebijakan ekonomi, saya berpendapat bahwa rakyatlah yang diutamakan,bukan berarti pembangunan infrastruktur fisik tidak penting, karena ketika Partai Demokrat berada di pemerintahan, pembangunan infrastruktur juga dilakukan,tetapi, sekali lagi, rakyat yang sedang susah harus kita utamakan,”jelasnya.

“Selama 10 tahun, saya memimpin Indonesia dengan dukungan Partai Demokrat, kita jalankan berbagai program pro rakyat, untuk mengurangi kemiskinan, pengangguran dan kesenjangan,Kita memberikan BLT atau BLSM ketika daya beli rakyat amat rendah dan tidak mampu mencukupi kebutuhan sehari-harinya,”tutupnya,(kps/ade).

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS