36219 KALI DIBACA

Rumah Instan Besutan Kementerian PUPR Buat Warga Lombok

Rumah Instan Besutan Kementerian PUPR Buat Warga Lombok
example banner

Jakarta | Realitas – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus bergerak menangani dampak gempa yang terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Salah satunya dengan membangun rumah tahan gempa dalam bentuk Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha).

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menjelaskan, Risha dibuat bersamaan oleh masyarakat, 400 Insinyur Muda CPNS PUPR, mahasiswa, Tim Balitbang PUPR, hingga relawan.

Sejauh ini sudah ada 20 Risha yang dibangun sebagai rumah contoh dan sarana mengajar kepada masyarakat.

“Risha yang dibangun diperuntukan untuk pos polisi, masjid, kantor yang lokasinya tersebar.

Jumlah warga yang sudah dilatih sampai saat ini berjumlah 1.200 orang,” jelas Basuki dalam keterangannya, Minggu (2/9/2018).

Rumah tahan gempa yang dibangun, kata Basuki, tidak harus Risha, melainkan terbuka untuk model rumah tahan gempa lainnya yang nanti akan dilakukan verifikasi kualitasnya oleh Kementerian PUPR.

Selain Risha, Kementerian PUPR juga telah mengembangkan Rika (Rumah Instan Kayu) dan Ruspin (Rumah Unggul Sistem Panel Instan) yang juga sudah teruji kekuatannya.

Di Pulau Lombok sendiri sudah pernah dibangun rumah contoh Risha yang digunakan sebagai Balai Desa Akar-Akar di Kecamatan Bayan, Lombok Utara.

Kondisinya saat ini tidak mengalami kerusakan meski berada tidak jauh dari pusat gempa.

Identifikasi rumah rusak terus dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Data sementara menunjukan jumlah rumah rusak sebanyak 125.741 rusak, di mana 32.717 sudah terverifikasi.

Dengan rincian, 11.392 rusak ringan, 3.556 unit rusak sedang dan 17.769 unit rusak berat.

Perbaikan rumah yang jumlahnya lebih besar ditargetkan dapat selesai 6 bulan dengan dikerjakan sendiri oleh masyarakat secara gotong royong.

Pemerintah memberikan bantuan untuk pembangunan kembali rumah yang rusak yakni Rp 50 juta rumah rusak berat, Rp 25 juta rumah rusak sedang dan Rp 10 juta rumah rusak ringan.

“Dengan dikerjakan sendiri, masyarakat tidak hanya menjadi penonton saja.

Masyarakat diajak bekerja sehingga NTB bangkit kembali. Pemerintah memberikan bantuan dana bukan ganti rugi.

Melalui bantuan dana tersebut, rumah yang dibangun harus lebih baik dan tahan gempa karena NTB merupakan daerah rawan gempa,” tuturnya. (lp6/iqbal)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS