88219 KALI DIBACA

Ratusan Masyarakat Beutong Ateuh Banggalang Jumpai Bupati Terkait Penolakan PT.EMM

Ratusan Masyarakat Beutong Ateuh Banggalang Jumpai Bupati Terkait Penolakan PT.EMM
Masyarakat Beutong Ateuh Banggalang saat menjumpai Bupati Nagan Raya HM.Jamin Idham bersama Forkopimda yakni, Sekda T.Johari, Dandim 0116 Nagan Raya Letkol.Kav.Nanak Yuliana, Kapolres AKBP Giyarto dan Kejari Nagan Raya Sri Kuncoro serta SKPK di kantor Camat Beutong Ateuh Banggalang, dalam hal itu masyarakat meminta Bupati untuk di bubarkan segera PT.EMM,Sabtu ( 22/9/2018). (Mj )
example banner

Nagan Raya I Realitas – Ratusan masyarakat Beutong Ateuh Banggalang menjumpai Bupati Nagan Raya HM Jamin Idham bersama Forkopimda di Desa Blang Puuk Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, dalam hal tersebut Bupati langsung mendengarkan aspirasi dari masyarakat Beutong Ateuh Banggalang terkait penolakan dan keberadaan PT. Emas Mineral Murni (PT.EMM) diwilayah tersebut.

Masyarakat telah berkumpul di kantor Camat sebelum rombongan Bupati tiba, Sabtu (22/9/2018).

Pernyataan sikap dari masyarakat terkait PT. EMM Tgk. Diwa Laksana menyampaikan aspirasi dalam aspirasinya menegaskan, bahwa sangat meragukan proses perijinan dan mempertanyakan Amdal PT. EMM, Keberadaan PT. EMM merusak lingkungan konservasi Leuser.

Pertambangan akan mengakibatkan hilangnya situs sejarah dan makan para Aulia dan Suhada Pertambangan akan merusak sumber air yang mengalir hingga Meureubo Aceh Barat akan mengganggu lahan pertanian, perkebunan bahkan kemukiman warga,’’tegas Diwa.

Juga kami Lanjut Diwa Laksana, tidak terjadi konflik sosial antara pekerja dan masyarakat yang hanya menonton saja,masyarakat hanya dipekerjakan sebagai buruh dengan upah dibawah UMR, Pertambangan mengakibatkan hilangnya fungsi hutan lindung sebagai paru paru dunia dan terjadinya global warming,Terjadi Konflik satwa hutan karena rusaknya ekosistem, Akan terjadi bencana ekologis seperti longsor dan banjir.

Maka sebelumnya hal itu terjadi kami minta agar PT EMM segera bubar dari Beutong Ateuh Banggalang.

Kami takut bisa jadi ini berakibatkan terjadinya perubahan iklim, terjadi pencemaran air dan udara yang berakibat pada kualitas kesehatan masyarakat, masyarakat sangat ditipu dengan bantuan oleh PT. EMM dengan memanfaatkan acara kenduri dan didokumentasi padahal tidak pernah ada bantuan sama sekali, di situ juga adanya pemakaian seragam yang bermotif palang salib pada warga pekerja PT. EMM dan kami anggap pelecehan terhadap agama.

Sebelumnya kami telah menempuh cara damai, secara administrasi juga untuk menolak keberadaan PT. EMM namun tidak ditanggapi.

Kami masyarakat Beutong Ateuh Banggalang menuntut di antaranya, Batalkan izin dan seluruh kegiatan pertambangan, Pemda menetapkan wilayah Nagan yang asli atau batas wilayah, dapat mengganti usaha masyarakat dengan Nilam atau kopi, serai, pihak Pemda menerima seluruh permintaan masyarakat, dapat Memasang plang atau pengumuman penghentian kegiatan dan memulangkan personel dan aset PT. EMM, Hidupkan Napak Tilas Cut Nyak Din dengan kegiatan keagamaan.

Setelah aspirasi di sampaikan masyarakat langsung menyerahkan bukti bahwa adanya penolakan warga Beutong Ateuh Banggalang terhadap PT. EMM dengan tanda tangan seluruh masyarakat pendukung isi petisi, banyaknya masyarakat yang hadir saat ini untuk menolak keberadaan PT. EMM, warga yang menjadi buruh PT. EMM telah berhenti bekerja, bukan itu saja banyak dukungan dari berbagai elemen masyarakat seperti Walhi Aceh, Ipelmasra, FPI Nagan Raya , KMPA dan lain lain.

Bupati Nagan Raya HM. Jamin Idham langsung menanggapi pernyataan sikap warga Beutong Ateuh Banggalang Kehadiran Forkopimda memang ingin melihat langsung dan bertemu dengan masyarakat dan aspirasi masyarakat kami menampung sepenuhnya, ijin yang dikeluarkan untuk PT. EMM adalah wewenang Provinsi dan Pemerintah Pusat, kami akan membicarakan hal ini dengan DPRK Nagan Raya dan menelusuri tentang perijinan PT. EMM.

Maka sambil menunggu hasil yang disampaikan akan kita bahas bersama dengan forkopimda agar permasalahan ini dapat di selesaikan dengan apalagi masyarakat Beutong Ateuh ini adalah tanggung jawab juga dan tidak akan kita biarkan begitu, insya Allah dalam waktu kita melakukan koordinasi dengan Provinsi Aceh dan Pusat terkait PT.EMM tersebut.

‘’Kita harapkan masyarakat bersabar dalam proses penyelesaian masalah ini, permintaan warga untuk pengembangan budidaya nilam dan lainnya akan dibicarakan dengan DPRK dan akan dianggarkan,’’kata Bupati Jamin Idham. (MJ)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS