50219 KALI DIBACA

PT. EMM Diminta Segera Hentikan Eksplorasi Tambang Emas

PT. EMM Diminta Segera Hentikan Eksplorasi Tambang Emas
example banner

Nagan Raya | Realitas – Terkait operasi Ekplorasi Tambang Emas di Kawasan Hutan Lindung Beutong dan Gayo Lues oleh PT. EMM yang mengklaim hutang lindung sebagai area tambang emas seluas 10.000 Hektar.

Neldi Isnayanto, S. Sos yang akrab disapa Abu Nagan Kamis (13/9/2018) menegaskan, bukanlah sedikit, analisis WALHI Aceh yang kita disambut dan dukung pasca Aksi Unjuk Rasa yang dilakukan beberapa waktu lalu di Kecamatan Beutong Ateuh.

Ia meminta agar PT. EMM segera menghentikan operasi sebelum duduk bersama bahas dampak lingkungan terhadap operasi tambang emas tersebut.

“Kita duduk dulu dan bahas terkait dampak yang ditimbulkan agar tidak merugikan kami sebagai warga Nagan Raya, ini adalah persoalan serius dan itu bukan operasi tambang biasa dengan jumlah lahan 10.000 Hektar,” tegas Abu Nagan.

Abu Nagan berharap persoalan ini jangan di anggap sepele oleh sepihak yang memiliki kepentingan untuk tambang emas di Beutong Ateuh.

Ia mengakui PT. EMM memiliki haknya sebagai perusahaan untuk mengambil hasil alam di seluruh pelosok tanar air NKRI, namun menurutnya yang lebih paparakan secara terbuka kepada semua pihak terkait dokumen-dokumen perizinan kepada Publik terutama termasuk kepada kelompoknya itu.

“Memang kita tidak punya hak melarang kepada perusahaan mana saja untuk lakukan operasi termasuk PT. EMM, namun yang lebih penting dulu adalah kita mengetahui dokumen-dokumen perizinan yang sesuai dengan aturan yang ada, karena kita juga memiliki kepentingan terhadap perusahaan yang masuk yaitu kepentingan kita adalah sudahkah perusahaan itu beroperasi sesuai aturan yang ada,”tegasnya.

Abu menambahkan, kentingan Rakyat Aceh dan khususnya Nagan Raya lebih penting dari sekelompok pengusaha yang lain, karena menurutnya ini terutama persolaan lingkungan yang beresiko dimasa yang akan datang.

“Kalau memang nantinya kita tidak menguntungkan, apalagi kita sudah beresiko jauh kedepan, berarti ada aturan yang ditabrak oleh PT. EMM, tentu kita semua tidak akan membiarkannya dan jelas kita akan berkumpul dan pertanyakan hal ini”, jelas Abu Nagan.

Menurut Abu Nagan, PT. EMM masih punya waktu yang cukup untuk duduk bersama dalam persoalan ini, sehingga PT. EMM akan beroperasi sesuai dengan aturan dan mekanisme yang ada “mereka (PT. EMM) masih punya waktu dengan kita untuk paparkan kepada kita terkait dengan aturan-aturan yang belum kami mengerti, sehingga mereka bisa beroperasi dengan baik dan aman,” tutup Abu Nagan.(MJ)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS