31219 KALI DIBACA

Polisi Sita 12 Ton Beras Oplosan Di Banyuwangi

Polisi Sita 12 Ton Beras Oplosan Di Banyuwangi
example banner

Banyuwangi | Realitas – Kepolisian berhasil mengungkap beras oplosan seberat kurang lebih 12 ton yang berada di gudang di Dusun Kedungsari, Desa Gintangan, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi.

Polres Banyuwangi berhasil mengamankan satu orang pelaku bernama Badirus Sholeh (35) yang juga warga Desa Desa Gintangan, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi, yang telah menjalankan perbuatannya selama 6 bulan terakhir ini.

Kasubbag Humas Polres Banyuwangi Ipda Taufan Akbar menyatakan modus operandinya dengan mengoplos beras kualitas premium dengan beras kualitas jelek atau broken kemudian kembali menjualnya.

“Untuk komposisi campurannya bisa 3 beras medium 1 broken atau 7:2, 7:1, atau 9:1 kemudian dikemas menggunakan karung bermerk pasaran,” ungkap Ipda Taufan Akbar, saat dihubungi Okezone.

Sesuai penuturan pelaku, pengoplosan beras ini dilakukan dengan cara yang sederhana yakni dengan menggunakan sekop besar dan sekop khusus untuk beras yang berbahan stainless.

Beras hasil oplosan kemudian dikemas dengan menggunakan kemasan bermerek. Ada beberapa merek yang digunakan tersangka diantaranya merek Raja Pisang, Bunga, Mata Kail, Pisang Mas, Putri Dewa, dan Bengawan.

“Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku tidak memiliki satupun dokumen perizinan (dagang/ gudang), baik itu industri atau SIUP,” terangnya.

Selain menyita beras yang sudah dioplos di dalam gudang, kepolisian berhasil mengamankan barang bukti berupa timbangan, 1 unit sekop, dan karung beras berbagai ukuran.

Akibat ulahnya, pelaku dijerat pasal 62 ayat 1 UU nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dan pasal 110, 106 UU nomor 7 tahun 2014 tentang perdagangan atau pasal 383 KUHP. (okezone/iqbal)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS