29419 KALI DIBACA

Pentingnya Mendorong Harga Diri Bangsa Di Kancah Internasional

Pentingnya Mendorong Harga Diri Bangsa Di Kancah Internasional
example banner

Jakarta I Realitas – Media kata Indonesia menggelar diskusi bersama akademisi, jurnalis, dan mahasiswa dengan tema “Prestasi Pemerintah Mengangkat Harga Diri Bangsa di Kancah Internasional”.

Tema tersebut diambil karena keberhasilan pemerintahan dalam contoh bidang ekonomi, budaya,dan politik di dunia Internasional sangat dirasakan oleh masyarakat.

Salah satu bukti yaitu acara Indonesia Cultural Festival di Baku, Azerbaijan pada 11-16 september 2018 karena acara tersebut Indonesia semakin dikenal dan untuk pertama kalinya Indonesia akan ekspor rempah-rempah ke Azerbaijan.

Diskusi yang digelar di Dapoer Darisam Jalan Raya Pasar Minggu Jakarta Selatan, pada Senin (24/9/2018).

Diskusi yang akan diikuti oleh akademisi, jurnalis, mahasiswa dan akan menghadirkan 2 mahasiswi asal Azerbaijan yang melanjuti Studi S2 di ITB dan Unpad Bandung ini sangat meriah.

Hafyz Marshal sekaligus Ketua Panitia acara diskusi mengatakan, bahwa Indonesia memiliki nation branding (citra bangsa) agar menemukan identitas unik, nilai, dan janji sebuah bangsa terhadap dirinya dan anak-anak bangsa di masa depan.

Selain itu, citra bangsa diperlukan agar janji itu menjadi sebuah cita-cita yang dibumikan, dimanifestasikan, dalam kehidupan sehari-hari masyarakatnya.

“Saat ini Indonesia sedang disorot oleh negara lain, dengannya adanya keberagaman suku dan budaya yang membuat kita bangsa Indonesia besar,” ujar Hafyz.

Bambang Purwanto (Redaktur Internasional Antara) sebagai pemateri pertama menuturkan bahwa menjaga harga diri bangsa dengan melaksanakan pebangunan nasional di segala bidang kehidupan, tujuannya untuk meningkatkan kesehjateraan rakyat, yang akhirnya dapat meningkatkan harga diri dan kehormatan bangsa.

ICF 2018 Mengangkat Harga Diri Bangsa di Kancah Internasional

Ketua Pelaksana ICF 2018, Ade Munadi sebagai pemateri kedua menilai bahwa Indonesia Cultural Festival 2018 yang diselenggarakan di Baku, Azerbaijan bisa mengangkat harga diri dan martabat bangsa Indonesia.

“Di ICF 2018, kami bukan hanya akan kerjasama Kebudayaan saja, namun juga pendidikan, dan pengembangan bahasa Indonedia di kampus Azerbaijan, juga sektor ekonomi tentunya” ujar Ade Munadi.

ICF 2018 diikuti oleh beberapa kementerian Indonesia, antara lain, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pariwisata, Kementerian Pemuda dan Olahraga dan Kementerian Agama.

Selain itu juga diikuti oleh Pemkab Tulang Bawang Barat, Pemprov. DKI bersama Srikandi Jakarta, beberapa Pengusaha dari Indonesia yang memeriahkan dan mempromosikan produk asli Indonesia.

Indonesia dan Azerbaijan Memiliki Hubungan Yang Erat

Bastian Zulyeno (Dosen FIB Universitas Indonesia) sebagai pemateri ketiga menuturkan bahwa saat ini Indonesia memiliki hubungan yang sangat erat dengan Negara Azerbaijan, hal itu berkat dukungan dan prestasi yang ditorehkan oleh Dubes RI untuk Azerbaijan, Husnan Bey Fananie yang sangat gencar terhadap melakukan kebijakan diplomatik yang sangat berpengaruh terhadap kedua Negara.

Selain itu Bastian juga menambahkan bahwa ternyata masuknya Islam ke Indonesia ada kaitannya dengan peradaban dahulu yang ada di Azerbaijan melalui banyaknya nisan kuno di Azerbaijan yang mirip dengan makam-makam kuno di Barus, Sumatera Utara dan Aceh Utara, Aceh.

“saya berharap penelitian saya dapat menjadi salah satu perekat hubungan Indonesia dan Azerbaijan” kata Bastian.

Kesuksesan Indonesia Cultural Festival 2018 di Baku Azerbaijan merupakan salah satu bukti Pemerintah selain juga telah mensukseskan event akbar Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang, hal ini tentunya sebuah prestasi yang disumbangkan pemerintah untuk mengangkat harga diri bangsa, dan begitu banyak pembangunan yang telah dibangun, diharapkan Indonesia semakin berjaya dan terus mampu menunjukan cakar garudanya di level Internasional.(Kata Indonesia./Rostani)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS