25619 KALI DIBACA

KPK Periksa 2 Saksi Terkait Suap PLTU Riau-1 Menjerat Eni Saragih

KPK Periksa 2 Saksi Terkait Suap PLTU Riau-1 Menjerat Eni Saragih
example banner

Jakarta | Realitas – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang mengusut keterlibatan pihak lain dalam kasus dugaan suap kesepakatan kontrak kerjasama proyek pembangunan PLTU Riau-1.

‎KPK menduga ada banyak pihak yang menerima aliran uang suap PLTU Riau-1.

Sejalan dengan pengusutan itu, tim penyidik memanggil Direktur PT PLN Persero, Wiluyo untuk diperiksa sebagai saksi.

Wiluyo akan digali keterangannya untuk proses penyidikan tersangka Eni Maulani Saragih (EMS).

“Yang bersangkutan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka EMS,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jumat (14/9/2018).

Tak hanya Wiluyo, KPK juga kembali memanggil Kepala Divisi Batubara PT PLN, Harlen, pada hari ini.

Harlen bakal diperiksa sebagai saksi untuk tersangka yang sama yakni, Eni Maulani Saragih.

Sejauh ini, KPK telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka kasus dugaan suap kesepakatan kontrak kerjasama proyek PLTU Riau-1.

Ketiganya yakni, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eni Maulani Saragih, bos Blackgold Natural Resources Limited, Johannes B Kotjo, serta mantan Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham.

Eni sendiri diduga bersama-sama Idrus menerima hadiah atau janji dari Kotjo. Eni diduga menerima uang sebesar Rp6,25 miliar dari Kotjo secara bertahap.

Uang itu adalah jatah Eni untuk memuluskan perusahaan Kotjo menggarap proyek senilai US$900 juta.

Penyerahan uang kepada Eni tersebut dilakukan secara bertahap dengan rincian Rp4 miliar sekitar November-Desember 2017 dan Rp2,25 miliar pada Maret-Juni 2018‎.

Idrus juga dijanjikan mendapatkan jatah yang sama jika berhasil meloloskan perusahaan Kotjo. (okezone/iqbal)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS