177219 KALI DIBACA

Khusus Tangani Gigitan Ular, RSUTP Abdya Sediakan ABU

Khusus Tangani Gigitan Ular, RSUTP Abdya Sediakan ABU
Foto: Direktur RSUTP Abdya, dr Suherdi SpPD
example banner

Blangpidie | Realitas – Rumah Sakit Umum Tengku Peukan (RSUTP) Aceh Barat Daya (Abdya) menginformasikan kepada masyarakat untuk tidak perlu khawatir lagi dengan gigitan ular berbisa.

Pasalnya, rumah sakit tersebut telah menyediakan serum Anti Bisa Ular (ABU).

Direktur RSUTP Abdya, dr Suherdi SpPD, Kamis (13/9/2018) mengatakan, serum ABU tersebut didatangkan pihak rumah sakit melalui e-Katalog.

Masyarakat yang terkena bisa gigitan ular tidak perlu risau, sekarang sudah ada penawar bisa ular yang prodaknya telah teruji khasiatnya.

“Jenis bisa ular apa saja yang ada di Indonesia akan mampu tertangani dengan ABU.

Terkecuali bisa ular yang sudah menyerang saraf manusia. Jika dalam waktu tertentu tidak segera ditolong, maka akan merenggut nyawa manusia itu sendiri,” katanya saat menyambangi Balai Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Abdya.

Meski kasus gigitan ular termasuk langka di Abdya, namun serum ABU perlu diinformasikan kepada masyarakat agar diketahui khalayak ramai.

Pasalnya, selama ini korban terkena gigitan ular hanya ditangani dengan serum anti bisa biasa yang tidak mampu memberi efek kesembuhan secara total.

Apalagi kalau ular itu sangat berbisa seperti jenis kobra, butuh serum yang bermutu tinggi untuk penanganannya.

“Kalau ABU dijamin mujarab. Khasiatnya juga telah terbukti.

Serum ini khusus untuk yang tergigit ular, kalau yang lain tidak berfungsi,” ungkap Suherdi didampingi Kabid Penunjang Medis, Afrida Surya ST, dan dua dokter umum di RSUTP Abdya.

Gigitan ular berbisa, lanjut Suherdi, biasanya meninggalkan bekas luka berupa dua titik, sedangkan ular tidak berbisa hanya meninggalkan bekas gigitan berbentuk huruf U dan jumlah luka cenderung banyak.

Warna kulit ular berbisa, biasanya terang dan mengkilap, gigitan ular berbisa pun disertai rasa nyeri dan terjadi perubahan warna pada lokasi gigitan dalam waktu singkat setelah digigit.

“Yang penting korbannya ditenangkan dulu.

Ketika korbannya itu panik, detak jantung semakin cepat.

Aliran darah juga jadi akan makin cepat, itu nanti mempercepat penyebaran bisa ke seluruh tubuh,” ujar Suherdi yang juga sebagai dokter spesialis dalam pada RSUTP Abdya.

Setelah korban gigitan ular bisa tenang, baru seterusnya dibawa ke rumah sakit, dengan cara yang aman dan senyaman mungkin.

Setiap gerakan yang tidak perlu hanya akan menyebabkan bisa ular menyebar lebih luas melalui peredaran darah.

Usahakan untuk tetap diam, sebisa mungkin gunakan alat transportasi dan jangan berjalan kaki untuk mencapai lokasi yang menyediakan pertolongan.

Tim medis yang berpengalaman akan mencuci bekas gigitan dengan sabun dan air matang untuk membersihkan luka.

Jangan membersihkan luka bekas gigitan ular dengan alkohol karena bisa memperlebar pembuluh darah sehingga racun ular justru bisa diserap lebih cepat oleh tubuh.

“Kita sudah mendatangkan ABU ke rumah sakit sejak bulan Mei 2018 kemarin.

Maka dari itu, kita juga berharap agar setiap Puskesmas di Abdya juga memiliki ABU untuk menangani bisa ular,” demikian tuturnya. (Syahrizal)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS