44019 KALI DIBACA

Kakanwil Kemenkumham Aceh :Wujudkan Jiwa Korsa Dalam Diri Petugas Pemasyarakatan

Kakanwil Kemenkumham Aceh :Wujudkan Jiwa Korsa Dalam Diri Petugas Pemasyarakatan
example banner

Banda Aceh I Realitas – Kakanwil Kemenkumham Aceh :Wujudkan Jiwa Korsa Dalam Diri Petugas Pemasyarakatan

Upaya pembinaan personil petugas pemasyarakatan oleh Kepala Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Aceh Agus Toyib, Bc.IP, SH, MH terus ditingkatkan melalui kegiatan breafing bagi seluruh petugas pemasyarakatan dari 3 UPT Pemasyarakatan di kota Banda Aceh antara lain Lapas Kelas II A Banda Aceh, Rutan Kelas II B Banda Aceh dan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Banda Aceh, senin (24/9/2018).

Kepala Kantor Wilayah Agus Toyib yang didampingi oleh Kepala Divisi Pemasyarakatan Meurah Budiman, Kabid Keamanan Kantor Wilayah Jefri Purnama dihadapan para Kalapas/Karutan dan 270 pegawai pemasyarakatan di Banda Aceh meminta agar “petugas pemasyarakatan Aceh harus mewujudkan jiwa korsa dalam diri masing-masing karena pemasyarakatan pekerjaan mulia yang harus kita junjung tinggi,”tegas Agus Toyib.

Kakanwil Aceh Lebih lanjut dalam pengarahan umumnya Kakanwil minta pada jajaran pemasyarakatan untuk mencegah isu-isu negatif ditubuh pemasyarakatan seperti melakukan pemberantasan HP dalam Lapas, hindari pungutan liar, tidak melakukan diskriminasi dan mengkomersilkan dalam memberikan pelayanan bagi warga binaan.

“Kepada petugas pemasyarakatan untuk meningkatkan integritas dan melayani dengan baik warga binaan, keluarga dan masyarakat yang menbutuhkan layanan dari kita,” ujar Kakanwil.

“Saya sangat bangga pada kinerja UPT Pemasyarakatan yang dengan sungguh-sungguh melaksanakan tugas sesuai dengan ketentuan yang berlaku, Kakanwil menyebutkan contoh kasus yang terjadi pada salah satu UPT Pas (Cabang Rutan Idi), terdapat satu orang narapidana tamping pada Sabtu malam jam 23.00 wib minta izin keluar malam dengan alasan jenguk anaknya sakit, karena petugas P2U tidak memberikan izin keluar maka narapidana tersebut melakukan provokasi pada penghuni dalam lainnya sehingga timbul keributan, namun kejadian tersebut dapat ditangani petugas Cabang Rutan Idi dan pihak kepolisian sehingga kondisi Rutan aman terkendali,kejadian ini menunjukkan petugas kita sudah tidak mau melakukan pelanggaran pengeluaran narapidana diluar prosedur, apalagi pada malam hari,kita menginginkan integritas petugas seperti ini yang menunjukkan upaya penertiban yang kita lakukan menuju pada perbaikan,”ungkap Kakanwil dengan mencontohkan kasus di Idi tersebut.

Oleh karena itu Kakanwil mengajak seluruh petugas pemasyarakatan dari 3 UPT yang hadir tersebut untuk mendukung program kerja pimpinan pemasyarakatan dalam melakukan Revitalisasi Pemasyarakatan, sehingga pelaksanaan tugas dikembalikan lagi pada aturannya, misalnya P2U harus tertib, blok hunian difungsikan kembali sesuai ketentuan dan hal-hal mendasar lainnya.

Amatan tim media ini suasana breafing petugas pemasyarakatan lebih hidup dengan diadakan sesi diskusi atau tanya jawab yang dipandu oleh Kepala Divisi Pemasyarakatan Aceh dan masing-masing UPT diwakili oleh satu petugas yang bertanya antara lain Andrias (KPLP Lapas Banda Aceh), Maidi Satria (KPR Rutan Banda Aceh) dan Sulaiman (Kasubbag Umum LPKA Banda Aceh) yang menanyakan hal sarana dan prasana, SDM petugas, penyalahgunaan narkoba oleh petugas serta reward bagi petugas yang berhasil menggagalkan masuknya narkoba ke dalam Lapas.

Terhadap pertanyaan tersebut Kakanwil Agus Toyib memberikan jawaban dan penjelasan yang sangat jelas dan ringkas pada peserta breafing,(ade).

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS