35019 KALI DIBACA

Kakanwil Kemenkumham Aceh Adakan Workshop Kekayaan Intelektual

Kakanwil Kemenkumham Aceh Adakan Workshop Kekayaan Intelektual
example banner

Banda Aceh I Realitas – Kakanwil Kemenkumham ACEH Adakan Workshop Kekayaan Intelektual

Pelaksanaan Workshop Kekayaan Intelektual bagi Tenaga Pengajar dan Mahasiswa serta Penandatanganan Perjanjian Kerjasama dengan Perguruan Tinggi di Kota Banda Aceh, dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Aceh H. Agus Toyib, Bc.IP, SH. MH di Kampus Universitas Muhammadiyah Aceh di Lueng Bata Banda Aceh, senin (17/9/2018).

Dalam workshop tersebut juga dilakukan penandatanganan surat Perjanjian Kerjasama antara Kanwil Kemenkumham Aceh dengan 3 Universitas ternama di Aceh antara lain Univeristas Syiah Kuala, Universitas Islam Negeri Banda Aceh dan Universitas Muhammadiyah Aceh.

Hadir pada acara Workshop Kekayaan Intelektual sekaligus menjadi narasumber pada acara workshop tersebut antara lain Direktur Kerjasama dan Pemberdayaan Molan Karim Tarigan, Direktur Merek dan Indikasi Geografis Fathurrahman, Direktur Paten Desain Tata Letak Sircuit Terpadu dan Rahasia Dagang Dede Mia Yusanti, turut hadir Rektor Unmuha Prof. DR. Muhajir, mewakili Rektor UIN dan Unsyiah Banda Aceh, para Pimpinan Tinggi Pratama Kantor Wilayah Kemenkumham Aceh, Ketua DPRK Aceh Tengah Syarifuddin Naldi, Asisten I Pemerintahan dan Kesra Sekda Kabupaten Aceh Tengah Mursyid, seniman Gayo Kabupaten Aceh Tengah, Civitas Akademika dan Mahasiswa dari ketiga Perguruan Tinggi tersebut.

“Pelaksanaan workshop merupakan program kerja Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kemenkumham RI, dalam sambutannya juga Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual DR. Freddy Haris, SH. LL.M, ACCS yang dibacakan oleh Direktur Kerjasama dan Pemberdayaan mengatakan perlindungan intelektual komunal yang merupakan anugerah dan rahmat Allah SWT kepada kita semua yang ada dalam budaya masyarakat kita merupakan potensi nasional yang dapat menjadi komonitas unggulan suatu daerah, baik dalam tingkat domestik maupun internasional,”kata Dirjen KI.

Lebih lanjut Dirjen KI mengungkapkan bahwa kerjasama dengan Perguruan Tinggi di Aceh dilaksanakan dalam rangka perlindungan dan pemanfaatan intelektual, tegasnya.

“Perguruan tinggi merupakan gudang informasi sekaligus gudangnya Kekayaan Intelektual, karena dalam perguruan tinggi banyak menciptakan karya tulis seperti skripsi, tesis dan lain-lain yang bisa dilakukan pencatatan Hak Cipta ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual melalui Kantor Wilayah Kemenkumham Aceh, ungkap Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Aceh H. Agus Toyib dalam sambutannya.

Dalam acara workshop Kekayaan Intelektual yang berlangsung satu hari penuh ini, juga dilakukan penyerahan Sertifikat berupa Surat Pencatatan Inventarisasi Kekayaan Intelektual Komunal Ekspresi Budaya Tradisional untuk “Tari Sining” dari Gayo Kabupaten Aceh Tengah yang diserahkan langsung oleh Direktur Kerjasama dan Pemberdayaan Molan Karim Tarigan dan diterima oleh Ketua DPRK Aceh Tengah Syarifuddin Naldi mewakili masyarakat dataran tinggi Gayo.

Tari Sining merupakan kekayaan intelektual komunal dan telah dicatat dan didokumentasikan dalam Pusat Data Nasional Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) Indonesia, sebagai hak kekayaan intelektual masyarakat tanah Gayo Kabupaten Aceh Tengah,sehingga tidak ada pihak-pihak lain atau daerah lain maupun negara lain yang mengklaim bahwa tari Sining miliknya, karena kita telah mencatat secara resmi dalam rangka perlindungan Ekspresi Budaya Tradisional (EBT) sebagaimana diatur dalam Undang-Undang nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, tegas Molan Karim Tarigan yang pernah mengujungi Aceh pasca Tsunami Aceh tahun 2004,(ade).

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS