76619 KALI DIBACA

Jembatan Rangka Baja Nagan Raya- Aceh Barat Milyaran Terbengkalai

Jembatan Rangka Baja Nagan Raya- Aceh Barat Milyaran Terbengkalai
example banner

Nagan Raya I Realitas – Jembatan Rangka Baja Nagan Raya- Aceh Barat Milyaran Terbengkalai

Jembatan Rangka baja yang menghubungkan Nagan Raya- Aceh Barat milyaran rupiah di biarkan terbengkala, warga tiga desa dalam Kecamatan Seunagan Timur meminta terhadap Pemkab Nagan Raya untuk melanjutkan kembali pembangunan jembatan rangka baja yang terbengkalai sejak dibangun tahun 2008 yang lalu.

Pembangunan jembatan tersebut yang yang lokasinya terletak di desa Uteun Puloe,selain dapat menghubung ke desa Kandeh serta Kila,jembatan tersebut juga dapat terhubung ke Pante Cermin Kabupaten Aceh Barat.Pembangunan jembatan yang telah menghabiskan anggaran mencapai puluhan milyar,saat ini jembatan tersebut hanya abudmen saja yang telah siap dikerjakan,sedangkan kerangka lainnya belum ada tanda tanda untuk dilanjutkan kembali pembangunan tersebut.

Kepala Desa Kandeh Sofian kepada wartawan,Selasa (4/9) mengatakan,”pembangunan yang sudah terbengkalai tersebut diharapkan dapat dilanjutkan kembali tahun 2019 mendatang,pasalnya jembatan tersebut sangat dibutuhkan oleh masyarakat setempat.Selain itu,dengan dilanjutkan kembali pembangunan jembatan baja yang terletak di desa Uteun Puloe,dapat memudahkan warga untuk mengangkut hasil alam ke pasar serta dapat melancarkan hubungan masyarakat ke Kabupaten tetangga yaitu Kabupaten Aceh Barat,”jelasnya.

Sofian yang didampingi Sekretaris Desa Kila Husen juga mengharapkan,”jembatan yang telah dibangun sejak tahun 2018 yang lalu,agar segera untuk dilanjutkan kembali guna untuk memudahkan warga dalam melakukan berbagai aktivitas,”ujarnya.

Sementara Mursal selaku tokoh pemuda desa Kila ,meminta Pemerintah Kabupaten Nagan Raya serta Pemerintah Aceh,”untuk segera memprioritaskan pembangunan jembatan telah lama terbangkali,pasalnya jembatan yang telah ada abudmen tersebut hanya melanjutkan pembangunan lanjutan lainnya,dan jika jembatan tersebut rampug diselesaikan,maka manfaat yang besar sangat dirasakan oleh masyarakat dalam beberapa desa setempat,”ungkapnya.

Dan untuk sementara ini tambah Mursal Kila,keluhan warga setempat yang sangat prihatin yakni khususnya para ibu hamil yang hendak melakukan pemeriksaan rutin ke dokter ahli kandungan,sedangkan jembatan untuk mereka lintasi saat ini sangat berbahaya bahi ibu hamil,sehingga dengan kondisi demikian resiko terhadap bumi sangatlah tinggi, apalagi untuk melahirkan ke Puskemas serta RSUD SIM Ujong Fatihah membutuhkan waktu yang sangat lama untuk melintasi jembatan gantung yang saat ini warga lalui.Untuk itu, kami desak Pemkab Nagan untuk melanjutkan pembangunan jembatan tersebut.

Kades Kila Amiruddin berharap “agar jembatan tersebut segera di bangun mengingat jembatan yang sangat di butuhkan oleh warga, apalagi jembatan yang menghubungkan antara dua Kabupaten yakni Nagan Raya dan Aceh Barat.Karena itu jembatan ini hingga sekarang belum di lanjutkan, sedangkan batu gajah yang sudah ada pun di biarkan berserakan dan tidak buat yang anggarannya untuk batu gajah Rp.600 juta rupiah,”tutupnya.

Plt Kadis DPUDPR Tamarlan saat di Hubungi dan WA tidak ada balasan dan hp pun tidak diangkat hingga berita ini di turunkan oleh media ini tidak ada jawaban dari dinas tersebut,(MJ/ade).

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS