22219 KALI DIBACA

Jemaah Umrah Indonesia Mulai Padati Tanah Suci

Jemaah Umrah Indonesia Mulai Padati Tanah Suci
example banner

Jakarta | Realitas – Kebijakan Kerajaan Arab Saudi memajukan waktu umrah selepas musim haji membuat keramaian di dua kota suci Makkah dan Madinah tetap terjaga.

Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, hampir tak ada waktu sela antara musim haji dan kedatangan jemaah umrah dari berbagai negara.

Di Masjid al-Haram, Makkah, kepadatan sudah nampak sejak pekan lalu.

Contohnya pada Jumat, 21 September 2018, suasana di Masjid al-Haram tak sedemikian berbeda dengan musim haji.

Warga yang tiba untuk berumrah dan sisa jemaah haji berbaur.

Nampak jemaah umrah dari Asia Selatan, Turki, Malaysia, dan Indonesia memadati kawasan tawaf sejak pagi hari.

Ritual mencium Hajar Aswad yang biasanya tergolong mudah pada masa-masa selepas haji, tetap sukar sehubungan padatnya jemaah yang berebut.

Pelataran Masjid al-Haram juga dipenuhi jemaah yang bersantai menanti masuk waktu salat. Wilayah pelaksanaan tawaf di sekeliling Kakbah, juga jalur sai ramai dipenuhi jemaah dengan tingkat kepadatan seperti akhir-akhir musim haji.

Konsul Jenderal Republik Indonesia di Jeddah, Hery Saripuddin menuturkan, Kerajaan Saudi tahun ini memajukan masa kedatangan jemaah umrah sebulan.

Biasanya mulai dibuka pada bulan Safar, saat ini tepat 1 Muharram jemaah sudah mulai tiba untuk berumrah.

“Ini untuk menggenjot devisa negara mereka,” ujar Hery, seperti dikutip dari laman www.haji.kemenag.go.id, Rabu (26/9/2018).

Hal tersebut yang membuat keramaian di Tanah Suci tidak punya jeda.

Terlebih, Kerajaan Saudi memang menargetkan peningkatan jemaah umrah pada tahun ini guna mencapai target 30 juta jemaah umrah dan haji per tahun.

Tahun depan, Kerajaan Saudi menargetkan 8,5 juta jemaah umrah per tahun.

Jumlah itu meningkat dari target tahun ini sebanyak 6,5 juta orang. (lp6/iqbal)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS