263619 KALI DIBACA

Ketua LSM FPRM Minta Kapolda Aceh Tangkap Direktur PT. Medan Smart Jaya.

Ketua LSM FPRM Minta Kapolda Aceh Tangkap Direktur PT. Medan Smart Jaya.
example banner

Aceh Timur | Realitas – Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Forum Peduli Rakyat Miskin (FPRM) Aceh Nasrudin meminta Kepada Polda Aceh agar segera periksa dan tangkap Oknum Direktur PT. Medan Smart yang mengambil Galian C disungai Desa Ujung Karang Kecamatan Serbajadi Lokop Kabupaten Aceh Timur Provinsi Aceh secara Ilegal tanpa mengantongi izin lokasi dari pemerintah Aceh.

Itu sangat jelas melanggar Hukum pihak Polda Aceh Kuta minta segera Turunkan Tim kelapangan untuk melihat kebenarannya kenapa penegak hukum diam dalam hal ini, ujar Nasruddin kepada Media ini di Idi Aceh Timur Minggu (23/9/2018).

Lebih lanjut Nasruddin juga menyebutkan sangat kita sayangkan dimana Perusahaan Pemenang tender proyek multi year tersebut melakukan kegiatan (Ilegal) yang murni melanggar Undang-Undang Pemerintah Nomor 23 Tahun 2014.tentang Galian C,hal ini patut dipertanyakan karena hingga saat ini PT. Medan Smart Jaya terus melakukan kegiatan pengerukan galian c dengan mulus dan tidak tersentuh hukum walapun tidak memiliki izin?mengherankan, bagaimana mungkin para pelaku illegal dapat beroperasi, padahal sudah jelas-jelas tidak memiliki izin.

Sehingga ada kesan pembiaran, bagaimana dengan perusahaan yang lainnya bila melakukan hal yang sama? dan apa keistimewanya perusahaan tersebut? sehingga pemerintah seolah olah tidak mengetahui kegiatan pengerjaan dilapangan perusahaan tersebut? dan bagaimana apabila Rakyat yang melakukan kegiatan serupa? dan ini sangat ironis ungkap Nasruddin.

lebih lanjut katanya bahwa semua masyarakat tahu bahwa PT.Medan Smart Jaya sedang mengerjakan proyek Konstruksi Pembangunan Jalan Segmen Peunaron – Lokop – Bts .Gayo Lues (Otsus) tahun Anggaran 2018 tersebut.

Berkategori Pekerjaan Konstruksi di Instansi Pemerintah Daerah Provinsi Aceh, Satker Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Aceh memiliki pagu Anggaran Rp 29.525.000.000,00 , HPS Rp 29.524.108.000,00 yang dimenangkan dengan harga Penawaran oleh PT. Medan Smart Jaya beralamat dijalan Bilal Nomor 10 A Medan (Kota) – Sumatera Utara sebesar Rp. 27.990.000.000,00 Miliar Rupiah.

Dengan demikian halnya Ketua FPRM meminta kepada Kapolda Aceh untuk segera turun kelapangan untuk menghentikan aktivitas Galian C yang saat ini terus beroperasi diLokasi Sungai Desa Ujung Karang demikian ungkapnya.

Aktivis Mahasiswa Aceh Timur Minta Kapolda Aceh Tangkap Direktur PT.Medan Smart Minggu (23/9/2018).

Sebelumnya juga pernah Aktivis Mahasiswa Aceh Timur meminta Kepada Kapolda Aceh untuk segera turun tangan serta menghentikan aktivitas Galian C yang saat ini terus beroperasi diLokasi sungai Desa Ujung Karang Kecamatan Serbajadi Lokop Kabupaten Aceh Timur.

Dalam hal ini diungkapkan lebih lanjut oleh salah satu mahasiswa yang juga sekretaris EK-LMND Zulkifli kepada media ini mengatakan bahwa pengerukan galian C harus segera dihentikan, Pasalnya Galian C yang berlokasi sungai Desa Ujung Karang tersebut terletak disekitar pegunungan dan juga termasuk dalam kawasan hutan lindung dan tempat wisata Arung jeram, namun hal tersebut tidak pernah diindahkan oleh PT.Medan Smart yang sampai saat belum mengantongi izin lokasi galian C, sebagaimana diketahui bahwa Negara mempunyai hak menguasai atas bumi, air dan kekayaan alam lainya yang terkandung didalamnya termasuk tambang.

Berdasarkan hal tersebut, menurutnya, setiap orang yang akan melakukan pertambangan didalam aturannya wajib meminta izin terlebih dahulu dari Negara/Pemerintah.

Menurut informasi yang kami peroleh bahwa PT. Medan Smart memang belum mendapatkan izin lokasi untuk kegiatan pengambilan Galian C, meskipun mereka sudah lama bekerja, ujar aktivis Mahasiswa itu, Sabtu (22/09/2018).

Apabila terjadi kegiatan penambangan liar pelakunya terbukti tidak memiliki izin, maka perbuatannya merupakan tindak pidana yang diatur dalam Pasal 158 Undang Undang Nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan (4) yang berbunyi, Setiap orang yang melakukan usaha penambangan tanpa IUP, IPR atau IUPK sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37, Pasal 40 ayat (3), Pasal 48, Pasal 67 ayat (1), Pasal 74 ayat (1) atau (5) dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak. Rp.10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah).

Akibat dari aktivitas pengambilan Galian C tersebut, bisa berdampak buruk serta dapat merusak kelestarian ekosistem alam yang berakibat fatal terhadap abrasi lingkungan karena diduga lokasinya itu termasuk bagian dari kawasan Leuser, Selain itu dapat dampak buruk bagi masyarakat sekitar merusak jalan lintas Gampong Besa ke Lokop, serta berdampak kepada pertanian persawahan warga masyarakat disekitar lokasi tersebut.

Sehingga menurut kami, beroperasinya pengerukan pengambilan Galian C disungai Tepatnya didesa Ujung Karang yang dilakukan PT. Medan Smart tanpa mengantongi izin dari Negara hal ini sudah termasuk tindakan melawan hukum, walaupun saat ini mereka berdalih kembali ke lokasi yang lama, padahal lokasi tersebut juga tidak memiliki izin, jadi kami berharap kepada Kapolda Aceh untuk segera menangkap pelaku Pimpinan Direktur PT. Medan Smart untuk diadili di meja hijau atau kami yang akan turun ke jalan untuk segera menghentikan aktivitas mereka demikian tandasnya.

Ditempat terpisah Media ini kembali menghubungi Kepala Dinas Perizinan Kabupaten Aceh Timur melaui telfon selulernya T.Reza Rizki mengatakan bahwa Permohonan dokumen yang diajukan oleh PT. Medan Smart sudah dimasuk, namun belum mendapatkan persetujuan dari tata ruang dinas PU Aceh Timur, dan apabila memang benar lokasi tersebut berada dikawasan hutan lindung serta wisata sudah pasti Dinas PU tidak akan mengeluarkan izin tata ruang, dan dirinya saat ini menunggu turunnya surat dari tata ruang,bila ditolak akan segera menyurati yang bersangkutan demikian ujarnya.

Selain itu Media ini kembali menghubungi Direktur PT.medan Smart Ridwan melalui telfon selulernya mengatakan bahwa dirinya memakai izin perusahaannya Pak Muhammad orang Arakundo istilahnya kami bekerja sama dengan mereka artinya kami membeli barang darinya, saat disinggung oleh media ini apa nama perusahaan pak Muhammad? dirinya mengaku tidak ingat dengan nama perusahaan pak Muhammad demikian disampaikan dari Pimpinan Direktur PT. Medan Smart tersebut. (Hasbi Abubakar)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS